Fatamorgana Sebuah Hubungan

by - 10/25/2012

fatamorgana sebuah hubungan
Sumber: www.merdeka.com

14 Juli 2012 - Wisma Garuda

"Mit, udah berangkat belum?". "Belum," Mita menjawab dengan singkat.

"Cepetan ah! Lumayan nanti bisa dapat gebetan baru!"

"Mmmmm.. ya, bentar," kata Mita untuk mengakhiri telepon dari Vero teman satu jurusannya.

Dengan malas, Mita menyiapkan perlengkapannya dan segera menuju tempat makrab (malam keakraban) yang diadakan oleh universitasnya dengan menggunakan mobil Jazz biru kesayangannya. Seperti biasanya, Mita menghidupkan radio untuk menghilangkan rasa bosannya di jalan.

Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku
meski Kau tak cinta kepadaku
Beri sedikit waktu biar cinta datang
karna telah terbiasa

Sepenggal lirik dari lagu Dewa 19 yang sangat perfect bagi orang yang sedang berjuang untuk cinta. Namun, sayangnya lagu tersebut tidak cocok bagi orang yang sedang patah hati karena mengetahui gebetannya mempunyai pacar baru. Benar saja, Mita langsung mengganti channel radio yang memutar lagu tersebut.

Ya, lagi-lagi cinta Mita bertepuk sebelah tangan, untuk kelima kalinya Mita patah hati. Pikirannya langsung melayang ke semua laki-laki yang pernah singgah di hatinya. Mulai dari Andre laki-laki pintar namun memiliki ego yang tinggi, Ronald anak band teman Kakaknya, Dito seorang fotografer yang dekat dengan semua model fotonya, Fani yang hanya menganggapnya sebagai adik, dan yang terakhir adalah Prastawa yang sudah dekat dengan Mita selama enam bulan namun tiba-tiba saja sudah punya pacar baru.

Semuanya gagal.
Karena terlalu fokus pada lamunanya, tidak terasa Mita telah sampai di Wisma Garuda tempat makrab diadakan. "Wow, banyak juga yang ikut!", batin Mita. Mita terlihat kebingungan mencari sesosok Vero diantara orang-orang yang sama sekali belum dikenalnya.

"Mita!", teriak Vero sambil melambaikan tangan.

"Akhirnya datang juga!"

"Iyalah! Udah bayar masa nggak ikut!"

"Gitu dong! Move on!"

Mita hanya menanggapi perkataan temannya itu dengan cengiran.

"Yuk, masuk! Banyak cowok cakep!" ucap Vero sembari menarik tangan Mita.

Pada acara makrab tersebut, satu kamar dihuni oleh empat orang. "Kenalin, ini Tata sama Usna. Tata, Usna, kenalin ini Mita", Vero memperkenalkan kedua teman barunya kepada Mita. Setelah selesai berkenalan dan sedikit bercengkerama satu sama lain, mereka berempat pergi ke aula untuk mengikuti acara sambutan. Ternyata benar, banyak sekali laki-laki tampan. Tapi, perhatian sebagian besar laki-laki tersebut tertuju pada Tata.

Bagi sebagian besar laki-laki, Tata mungkin adalah sosok perempuan yang sempurna. Fashionable, baik hati, ramah, berkulit putih ditambah lagi dengan wajahnya yang mirip orang Korea walaupun katanya silsilah keluarganya sama sekali tidak ada yang berkebangsaan Korea.

"Hhhhh.. lupakan saja untuk mendapatkan cowok di acara ini," kata Mita dalam hati.

24 Juli 2012 - Warung Pecel Lele

"Eh, aku baru jadian loh sama Rio!" kata Tata dengan semangat.

"Hah? Rio siapa?" tanya Mita sembari melahap pecel lele hangat yang baru saja dipesannya. 

"Rio anak Kehutanan yang di makrab itu."

"What? Bukannya kamu baru kenal seminggu?" pecel lele dalam mulut Mita seakan ingin keluar. 

"Hehehehe.." Tata hanya menjawab dengan tertawa kecil.

"Katamu ada anak Farmasi yang pedekate ke kamu dari beberapa bulan yang lalu? Terus apa kabar tu orang?" tanya Mita. Tata hanya menjawab pertanyaan Mita dengan senyum kecil.

"Ya, hidup memang tidak adil. Aku sudah lima kali patah hati, eh ni anak jadian sama orang yang baru dikenal selama dua minggu. Hhhhhhhhh.. wajar sih, Tata cantik dan pasti banyak yang suka.", kata Mita dalam hati.

Sejak acara makrab tersebut, Mita dan Tata menjadi akrab karena mereka mempunyai banyak kesamaan, sama-sama suka buku, sama-sama suka cokelat dan kopi, sama-sama suka anjing, sama-sama suka drama Korea dan anti sinetron Indonesia, dan lain sebagainya.

Hanya satu perbedaan mereka, yaitu perbedaan dalam hal cinta.

25 Agustus 2012 - Warung Burjo Keju

"Mit, Tata udah putus sama Rio ya?" tanya Vero sembari menyendok MiGoTel (Mie Goreng Telur) Keju.

"Loh, baru sebulan udah putus?"

"Putusnya sih udah dari dua minggu yang lalu. Di nggak cerita? Aku sih cuma diceritain temenku yang sejurusan sama Tata."

"Lah, berarti dia jadian cuma dua minggu?".

Pikiran Mita tiba-tiba melayang ke kelima mantan gebetannya.

"Kalau Tata sih enak. Putus tapi masih banyak yang mau," kata Mita sembari menghela nafas.

"Ih, curcol ya, Non?" ledek Vero.

"Hhhhhh.. enak kali ya jadi cewek cantik. Bangga gitu banyak yang suka, nggak usah repot-repot cari cowok nanti juga dateng sendiri."

Di tengah pembicaraan tersebut, sesosok laki-laki memakai kacamata dengan tinggi 170 cm dan berbadan tegap menyapanya, "Hai, Mita, Vero!"

"Hai, Pras," Mita menjawab sapaan Prastawa ogah-ogahan.

Tak lama kemudian sesosok perempuan tinggi semampai berkulit kuning langsat, memakai jegging yang terlihat pas di kakinya yang jenjang dipadukan dengan kemeja putih dengan motif bunga-bunga merah kecil dan wedges dengan warna merah senada dengan kemejanya. Yak! Kebetulan yang tak terduga, Mita bertemu Prastawa lengkap dengan pacarnya yang high class.

"Sayang, ngapain kita ke warung burjo?" tanya Elga pacar Prastawa sembari melihat ke sekeliling dengan wajah yang tidak rela kalau jegging mahalnya menyentuh kursi-kursi kayu di warung burjo. 

"Katanya tadi terserah kita makan di mana. Aku lagi pengen makan burjo keju di sini". "Pindah aja ah!" jawat Elga ketus.

"Errrrrr.. ya, udah kamu maunya di mana?"

"Mana aja asal bukan warung burjo!"

"Oh, berarti angkringan mau?" Elga menanggapi perkataan Prastawa dengan bibir manyun dan langsung keluar meninggalkan Prastawa begitu saja

"Sory, Mit, Ver, aku pergi dulu."

"Hahahaha, pantas kamu nggak dilirik Pras! Lah, seleranya tinggi begitu!" Vero tertawa terbahak-bahak.

"Paling nggak aku mau diajak makan di warung burjo sama angkringan.", jawab Mita singkat.

20 September 2012 - Kedai Kopi

Tata terlihat memainkan cangkir kopinya yang sudah hampir kosong dan sesekali melirik jam tangannya. Tak lama kemudian terlihat sesosok perempuan dengan jins abu-abu, kemeja hijau kotak-kotak, sepatu sneakers yang entah sudah berapa lama tidak dicuci.

"Ta, sory telat! Tadi ban mobil bocor, BB-ku mati," Mita terlihat terengah-engah memberi penjelasan pada Tata.

"Ya, udah duduk dulu. Tapi ban mobilmu dah bener kan?" tanya Tata halus.

"Aku tinggal di bengkel deket sini. Jadi, tadi aku jalan dari bengkel. Sory, ya dah nunggu satu jam."

"Ya, udah. Nggak apa-apa, kirain tadi kamu kenapa-napa. Tadi udah aku pesenin hot coffee milk kesukaanmu, tapi dah dingin. Aku pesenin lagi ya," jawab Tata lengkap dengan senyumnya yang manis.

"Hmmmm.. baik banget ni anak, manis pula! Eh, sadar Mit!! Tata itu cewek!" monolog dalam pikiran Mita mulai berpikir yang aneh-aneh.

"Mita!" terdengar suara seorang laki-laki memanggil nama Mita ketika Mita dan Tata berjalan menuju parkiran. Prastawa. Kebetulan, lagi-lagi kebetulan.

Intensitas Mita bertemu Prastawa secara kebetulan sudah hampir menyamai intensitas Kogoro Mouri dan Conan yang secara kebetulan bertemu dengan kasus kejahatan.

"Hai, Pras. Sama siapa?" tanya Mita.

"Sendirian. Kamu?"

"Sama temen. Kenalin ini Tata. Ta, kenalin ini Prastawa temen kampusku."

"Hai!" kata Tata sambil tersenyum manis.

"Pacarmu mana, Pras?" tanya Mita.

"Udah putus, hehehehe.." jawab Prastawa.

"Oh. Ya, udah. Kami duluan ya, Pras!" jawab Mita dengan senyum kemenangan mendengar Prastawa sudah putus dengan pacarnya.

"Temenmu manis juga," kata Tata sesampainya di dalam mobil.

"Ya, lumayanlah," jawab Mita singkat, lupa kalau dulu pernah tergila-gila dengan sosok Prastawa yang tampan, bahkan sekarangpun masih senyum-senyum mengetahui Prastawa sudah putus.

27 September 2012 - Nakayoshi Sushi

From: Tata (Dado)
08123456789

Mit, aku nyusul ya! Lagi ada acara nih!
Paling jam setengah 9 aku baru bisa ke sana..
Sory, baru ngabarin, lg gak langganan BB.
Ini aja baru beli pulsa, hehehehe..

"Tata telat, Ver," kata Mita kepada Vero setelah membaca sms dari Tata.

"Kenapa emang?" tanya Vero.

"Lagi ada acara katanya."

"Ya, udah pesen dulu aja! Lapaaaaaaaaaar.." kata Vero dengan gayanya menirukan anak kecil di iklan minyak goreng.

Pukul 20.45, Tata datang dengan menggandeng seorang laki-laki tampan bertubuh tegap dan tinggi. Mita dan Vero hanya bisa bengong melihat pemandangan tersebut.

"Sory ya, lama," kata Tata dengan wajah penuh sesal.

"Hai, Ver, Mit!" sapa Prastawa.

"Hai," jawab Mita dan Vero dengan wajah yang masih diselimuti kebingungan.

"Mit, nanti Tata pulangnya bareng kamu bisa? Searah kan? Aku masih ada acara soalnya," tanya Prastawa.

"Iya, aku bawa mobil kok."

"Thank you. Duluan ya! Da, Sayang.", kata Prastawa sambil mencium kening Tata.

Ingin kubunuh pacarmu.
Saat kau cium kening indahnya.
Di depan kedua mataku.
Hatiku terbakar jadinya Tampan.

Lagu Dewa 19 yang telah sukses diubah liriknya oleh seorang Pramita Cendana sedang asyik mengalun di pikirannya.

"Kamu jadian sama Pras?! Sejak kapan?!" tanya Vero tanpa basa-basi.

"Hehehehe, iya. Barusan Pras nembak," jawab Tata malu-malu.

"Enam bulan aku pedekate gagal. Tata baru kenal seminggu udah dapet Pras," batin Mita.

"Kamu kok gampang banget sih nerima cowok?" tanya Mita dengan sedikit sebal.

Tata terdiam. "Mmmm.. aku  nggak bisa jomblo," kata Tata.

"Aku nggak tahan dengan perlakuan cowok-cowok di sekitarku kalau aku lagi single. Aku capek ditelponin mantan yang masih ngejar-ngejar aku. Belum lagi pacar temenku juga ngedeketin aku sampai nggak sedikit temen-temen cewekku ngelabrak aku. Jadi, lebih baik aku punya pasangan kan? Lagian rasa suka bisa timbul seiring berjalannya waktu," lanjut Tata.

"Jadi, sebenarnya kamu belum suka sama Pras?", tanya Vero. Tata menggeleng sambil tersenyum kecut. Vero terdiam mendengar penjelasan Tata. Mita hanya menyeruput hot ocha yang tak lagi panas.

Ketiganya larut dalam pikirannya masing-masing.

20 September 2012 - Jalan Anggrek No. 5

Pukul 22.30, Mita merebahkan badannya di tempat tidur. Pikiran Mita melayang-layang. Diambilnya pulpen dan sebuah diary yang selalu dijadikan Mita tempat sampah dari segala unek-unek di pikirannya.

Kamis, 20 September 2012

Ternyata semua tak seindah penampilan luarnya. Kehidupan percintaan perempuan cantik tak seindah yang aku bayangkan. Baru kusadari, memang tak ada manusia yang sempurna. Semua manusia hidup dengan berbagai permasalahannya masing-masing. Hidup dan masalah itu sepaket.
Sekarang, aku tak lagi iri pada para perempuan cantik di dunia ini yang dengan sekali menjentikkan jari sudah bisa mendapatkan laki-laki idamannya.
Aku bersyukur punya tampang pas-pasan. Tak akan ada teman yang melabrakku karena mengetahui pacarnya kegenitan mendekatiku. Tak akan ada rasa lelah menghadapi cowok-cowok yang mengejarku. Pada akhirnya, I can say "I love My life! And I love Myself!" :))

11 Oktober 2012 - Cafe

Di suatu siang yang mendung, di sudut sebuah cafe yang berkonsep garden cafe, duduk dua sosok perempuan yang sedang menikmati suasana siang itu dengan ditemani dua buah cangkir hot chocolate dengan marshmallow sebagai pelengkap kenikmatannya. 

Seperti biasa, dua orang sahabat tersebut datang ke cafe sekedar untuk menghabiskan waktu istirahat siangnya sembari menunggu jam kuliah tiba. Mita terlihat sedang memainkan marshmallow di atas hot chocolatenya sembari mendengarkan curhatan Tata. Seorang Tata yang memiliki banyak permasalahan dengan makhluk yang bernama laki-laki.

Kini, Mita tak lagi merasa minder ketika berada di dekat Tata. Semua perempuan pada dasarnya adalah cantik dan cantik itu relatif. Bagi Mita, sekarang belum ada laki-laki yang bisa melihat kecantikannya. Mita mungkin menjadi tidak minder lagi, tapi menjadi terlampau percaya diri.

Hidup memang harus dibawa santai. Permasalahan cinta mungkin hanyalah 25% dari total keseluruhan permasalahan hidup. Enjoy your life, Girls!

Monica Agustami Kristy

You May Also Like

1 komentar

  1. Ya ampun, mba Mon. Suka banget sama ceritanyaaaa... Lav banget lah yaaa :*


    tulisandarihatikecilku.blogspot.co.id

    BalasHapus