[Buku Pilihan] Life Traveller

by - 1/07/2013


Judul : Life Traveller
Penulis : Windy Ariestanty
Penerbit : GagasMedia
Kategori : Lifestyle
Harga : Rp 63.000,00

Sebenarnya, buku ini bukan buku baru. Buku yang saya beli ini sudah merupakan cetakan yang keempat. Cetakan pertamanya di tahun 2011. Ini pertama kalinya saya membaca buku bertema perjalanan karena saya memang lebih suka novel yang jalan ceritanya bisa membuat saya penasaran. Saya memang tipe orang yang suka "hidup" dalam sebuah drama di sebuah novel :D

Buku ini berisi tentang perjalanan Windy ke berbagai negara di dunia. Yang saya suka adalah Windy mampu menggambarkan setiap detail apa yang dilihatnya selama berada di perjalanan. Menurut saya, kemampuannya menganalisis gerak-gerik orang di sekitarnya patut diacungi jempol. Contohnya saja saat Windy berada di sebuah sleeper bus dalam perjalanannya di Vietnam, Ia mampu menggambarkan suasana sleeper bus dengan berbagai macam penumpang dengan baik. Tapi, saya rasa memang sudah seharusnya seorang penulis buku bertema perjalanan mampu menggambarkan apa yang dialaminya dengan baik.

Yang paling saya suka, Windy mampu menyulap perjalanan yang sederhana menjadi lebih bermakna. Ada beberapa kalimat yang saya suka dari buku ini:

 Tapi, entah kenapa saya berpikir, bolehlah kita sedikit egois barang sejenak. Hampir setiap hari kita hidup dalam batasan yang dibuat orang lain, nilai kebenaran yang berlaku umum karena dibentuk lingkungan sosial kita.

Menurut Windy, di saat kita berada di sebuah perjalanan dan kita tidak mengenal seorangpun, kita akan lebih bebas untuk melakukan sesuatu. Apalagi kalau orang tersebut tidak paham bahasa kita :D
Saya setuju kalau memang selama ini kita hidup dalam batasan-batasan yang telah dibuat orang lain sehingga cenderung tidak menjadi diri sendiri.

Kita memang tidak bisa menampung lebih banyak bila tak membiarkan diri kita kosong.

Kalimat ini mengajarkan saya untuk menjadi orang yang tidak "keminter" :D
Saya jadi ingat dengan teman saya yang mengatakan, "Menjadi 'bodoh' itu menyenangkan karena akan semakin banyak ilmu yang dapat kita serap." *dadah-dadah ke teman saya*

It's not worth waiting for. I have to move on. Sometimes, we have to spend so much time coming up with a conclusion that we alread know.

Ini mah Windy menyuarakan suara hati saya, hahahahaha.

Buku ini memiliki alur maju mundur. Jadi, misal Windy sedang berada di kota Cherokee, dia akan bercerita tentang pengalamannya di Phnom Penh. Itu pula yang membuat saya sedikit kikuk ketika membacanya apalagi banyak nama-nama kota yang susah saya ingat dan sering timbul pertanyaan, "Aduh, yang di kota X itu cerita perjalanannya yang mana ya?" Aaaaah, tapi mungkin saya-nya saja yang dodol dalam mengingat nama kota :D.

Buku ini juga dilengkapi beberapa (atau banyak) foto dokumentasi selama perjalanan Windy ke berbagai negara tersebut sehingga buku ini lebih menarik untuk dibaca.


Tapi, sayang ada beberapa foto yang menurut saya, penempatannya kurang pas. Yang diceritakan tentang X, tapi foto yang dipasang adalah foto Y.

Di dalam buku ini juga terdapat tips dan tempat mana saja yang wajib dikunjungi ketika kita berkunjung ke negara-negara tersebut. Ya, seperti panduan wisata lah.

Kesimpulannya, saya suka dengan buku ini karena makna-makna yang diambil Windy dari perjalanannya walaupun buku ini tidak terlalu membuat saya penasaran (sedikit bosan di beberapa bagian) karena memang tidak memiliki klimaks :D

Tapi, buku ini sukses membuat saya ingin minggat dari rumah! >.<

You May Also Like

1 komentar

  1. buat para traveller yang suka jalan sendiri ala backpacker atau yang traveling dengan ngambil paket wisata lombok .. oiya, indonesia juga terkenal lho akan oleh-olehnya kalo kita travelling.. nah sebagai salah satu ide oleh oleh mungkin bisa cari orang atau toko oleh oleh yang jual madu asli , karena madu asli itu bagus buat oleh oleh atau dikonsumsi sendiri saat travelling, biar jalan jalannya kuat dan tetap sehat (karena madu bisa jaga sehat & stamina kita)- makasih untuk tulisannya ini ya kakak.

    BalasHapus