Saya, Biro Jodoh Online, dan Kejombloan Saya

by - 6/07/2016

"Kapan, Mon punya pacar?"

Itu pertanyaan paling tai kucing di hidup saya, terutama di tahun Monyet ini. Biasanya, kalau ada yang tanya begitu, saya jawab, "Besok, lebaran monyet." Tapi, jawaban itu tidak lagi berlaku di tahun ini. Lah, sudah tahun Monyet, tapi saya masih juga belum dapat pasangan. Masa iya sih, mbak-mbak mbois macam saya ini jomblo selama hampir 4 tahun? Tai banget memang. Tambah tai lagi karena diantara teman-teman dekat saya di kantor, hanya saya yang jomblo. Tai kuadrat.

Kalau kata salah satu teman cowok saya, "You're too awesome for this world to handle, my dear.." Halah, padahal biar saya nggak curhat kelamaan saja. Ya ta, Mas? Dan, okay "my dear" itu hanya tambahan dari saya.

Tulisan ini saya buat untuk mengamini pernyataan Arum di tulisan sebelumnya bahwa saya adalah seorang karyawan swasta yang menjadi member berbagai biro jodoh online. Sebenarnya nggak "berbagai" juga. Haluuuuu.. saya cuma member Tinder dan Setipe.com kok.

Kenapa? Saya terlihat miris ya dengan kejombloan saya sampai-sampai ikut yang begituan? Oh, tapi apakah kalian sudah pernah mencobanya? Mencoba situs atau aplikasi semacam biro jodoh online. Oh, dear.. Itu asyik! Daripada mantengin berita tentang selangkangan yang makin sering beredar di dunia maya dan membuat hati ini teriris, mending saya mainan Tinder sama Setipe.com.

Saya mulai dari keasyikan bermain Tinder.

Sumber: www.theodysseyonline.com

Sebenarnya saya mendaftar Tinder belum ada sebulan. Saya mendaftar jadi member karena pure iseng saja. Karena background pendidikan dan pekerjaan saya masih seputar dunia IT, saya jadi tertarik untuk mencoba aplikasi Tinder yang lumayan beken di kalangan para jomblo. Mau lihat bagaimana sih cara kerja aplikasi tersebut. Apakah sebegitu efektifnya mengobati hati para jomblo yang haus akan kasih sayang? Ya, hitung-hitung sambil iseng, minum air.

Yang paling menarik dari Tinder adalah kita serasa dihadapkan pada "katalog". Karena saya perempuan, saya merasa dihadapkan pada katalog yang berisi foto-foto pria ganteng nan menggoda, walaupun tak jarang diselingi oleh foto-foto pria absurd yang entah kenapa mereka memasang foto yang-anu-banget. Bahkan ada yang pasang fotonya dan diberi label "MESUM". Hahahahahanjeeeng.. Mas, mbok ya nggak usah jujur banget gitu loh. Oh, iya kita juga bisa mencari lawan jenis berdasarkan rentang wilayah tertentu. Misal, kamu adalah orang yang anti LDR-an, ya sudah sesuaikan pencarian lawan jenis dengan rentang wilayah beberapa kilometer saja.

Selanjutnya, kalau kita tertarik dengan foto dan profilnya, kita bisa klik "love". Tapi, kalau jijik dengan foto dan profilnya seperti mas "MESUM" tadi, bisa langsung klik "silang".

Karena konsepnya adalah biro jodoh online, di Tinder terdapat fitur match. Misal, saya klik "love" untuk Mas Anu, dan ternyata di seberang sana Mas Anu juga klik "love" untuk saya, berarti kami match. See?! Man, ini seru banget apalagi buat kalian yang suka baper! Bagaimana bisa orang di belahan bumi yang berbeda bisa saling klik "love" hanya dengan melihat foto dan profil yang seadanya?! How? Tell me how? Itulah yang namanya jodoh! JODOH! That's so romantic, deaaaarrr..

Sepanjang saya menggunakan Tinder, belum ada pria yang mampu menarik hati saya. Ya, bagaimana saya mau tertarik lah wong sekalinya match, si Mas Antah Berantah itu langsung tanya, "Rumah kamu mana, Mon?" Oh, boy! Please. Kalau sampeyan ngomongin selangkangan, pasti saya tanggapi. Lah wong saya orangnya saru. Tapi, kalau tanya rumah saya mana dan saya jawab rumah saya di dalam tanah, sampeyan lak malah wedi ta? Herannya, hampir semua pria yang match dengan saya menanyakan hal tersebut di awal percakapan. Saya kan jadi curiga jangan-jangan banyak member Tinder yang menjadi pegawai sensus penduduk.

Lanjut ke Setipe.com.

Sumber: youtube.com

Saya lebih dulu menjadi member Setipe.com dibandingkan dengan Tinder. Yang paling saya suka dari Setipe.com adalah ketika kita mendaftar pertama kali, kita akan diminta untuk mengisi form dengan berbagai macam pertanyaan psikologi dengan tujuan untuk mengetahui karakter kita seperti apa sehingga kedepannya, Setipe.com dapat mencarikan pasangan yang sesuai dengan karakter kita. Nah, oleh karena itu, namanya "setipe". Kita akan dicarikan pasangan yang setipe dengan karakter kita. Awesome kan konsepnya?! Nggak usah buang-buang tenaga untuk memilih "katalog".

Sama seperti Tinder, Setipe.com juga mempunyai fitur match. Hanya saja menurut saya, match-nya lebih bisa dilogika, yaitu berdasarkan kemiripan karakter dengan disertai persentase kecocokan. Ya, walaupun tetap asyik Tinder sih, karena memberikan pengalaman baper-baper cantik.

Walaupun konsepnya awesome, tapi sayang member di Setipe.com sepertinya kurang aktif. Jadi, ya sepi gitu deeeeehhh.. Kurang aktif karena memang sedang sibuk atau bisa jadi karena member-membernya gengsi dengan diri sendiri, "Ngapain jugaaaaaa aku ikut beginian?! Miris banget!" Yaelah, Mblo.. Sadarilah dan terimalah bahwa kejombloan kita-kita ini memang sudah miris. Hahahahaha, nggak diiiiing..

Hayo, kalian para member Tinder dan biro jodoh online lainnya, siapa yang dengan gamblang mau mengaku kalau kalian member Tinder? Saya sudah ngaku loh ya ini. Saya tulis di blog pula. Ah, betapa jantannya diri saya.

Jujur saja, awal-awal saya mendaftar Tinder dan Setipe.com, saya juga merasa gengsi dan kasihan sama diri sendiri. Tapiiiiiii.. bagaimana kalau kita ubah persepsi kita? Kita memakai sosial media sebagai sarana untuk mencari kenalan baru di saat kita sudah mulai bosan dengan pergaulan kita yang itu-itu saja. Ingat. Semakin luas pergaulan kita, semakin besar pula kita akan mendapatkan pasangan. Kalau toh memang saat chatting di biro jodoh online tersebut merasa tidak cocok dengan match yang ada, ya sudah delete saja. Kita tidak perlu merasa mempunyai beban moral untuk selalu menanggapi chat yang ada, lah wong ketemu saja belum. Tapi, jika kita beruntung, kita akan match dengan orang yang memang asyik untuk diajak ngobrol dan boleh lah kalau mau dilanjutkan dengan ketemuan dan ngopi-ngopi cantik.

Jika memang pada akhirnya kita berhasil membuat jadwal ketemuan, akan ada masalah selanjutnya, "Apakah orang tersebut akan sesuai dengan ekspektasi kita? Nanti kalau mulutnya bau gimana? Kalau kringetnya bau? Kalau nggak se-asyik saat chat bagaimana?" Nah, kita perlu mengingat kembali tujuan awal kita, yaitu mencari kenalan, bukan mencari pasangan. Jadi, kalau memang nggak sesuai dengan kriteria pasangan idaman kita, kita nggak akan kecewa. Kalau memang nggak cocok dan keringatnya memang bau, ya sudah nggak usah ketemuan lagi. Gampang ta.

Dan kalian tahu apa yang paling seru dari semua ini?
Yang paling seru adalah ketika kalian match dengan orang-orang yang ternyata kalian kenal seperti teman kantor, teman kuliah, teman SMA, atau bahkan teman SMP! Eaaaaaa.. kepergok nih yeeeeee.. Cieeee.. pakai Tinder juga, cieeee.. pakai Setipe.com juga. Cieeeeeeeeee..

Buat kalian para jomblo, mulai lah menerima kenyataan bahwa kejombloan kalian itu memang membuat miris hati orang tua dan teman-teman kalian. Dan berusahalah, jangan sok tegar. Mbok tiru saya, jomblo sok famous dan hobi tebar pesona di biro jodoh online. Daripada saya nanti malah jadi seperti Mbak Riana Rara Kalsum yang karena jomblo akut terus malah ngaku-ngaku sudah pernah ngehek sama pria ganteng macam Mas Zulfikar, mending saya main biro jodoh online. Eyato?

Saya hanya sedang mencoba menjadi jomblo yang sebaik-baiknya jomblo kok. Jangan bikin kami para jomblo menjadi berpikir, "Diem dan menjalankan hari seperti biasa dibilang nggak usaha makanya jomblo, eh giliran usaha malah dihujat." Duh, please.. Jangan tai-tai banget kalau jadi manusia. Dan teruntuk sahabat para jomblo, jadilah sahabat jomblo yang sebaik-baiknya sahabat para jomblo. Karena jomblo bukanlah sebuah kejahatan yang bisa terjadi karena ada kesempatan.

Oiya, saya bukan mau promosi Tinder dan Setipe.com loh ya.. Saya tulis sekalian biar lebih mudah ter-index di Google. HA-HA!

Salam jomblo ya, Mblo!

You May Also Like

24 komentar

  1. Saya tulis sekalian biar lebih mudah ter-index di Google. HA-HA!
    >> yang ter-index kamunya kan yaa maksudnya mbroo? :">

    Tetap semangat! Suatu saat nanti, pangeran berkuda hitam akan datang padamu.
    *karena Ferarri itu kudanya warna item, nggak ada yang putih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah, kamu lupa? Nama saya sudah ter-index macam artis saja..

      Hahahahaha, aminnn..

      Hapus
    2. Iyadeh, asal bukan artis macam macam aja. Kayaaaak...
      Eh dia bukan artis ding :))

      Hapus
    3. Ah, macam mendes itu? :))

      Hapus
  2. Anonim6/07/2016

    hahaha..... ucul banget tante satu ini, semangat mbloooo....

    BalasHapus
  3. MBA MOMONNN AKU BACA INI SAMBIL JEJERITAN & CEKIKIKAN DALEM HATI! buakakakka semua yang mba tulis aku rasain mba..mari kita tos dan berpelukan kaya teletubbies.. sesama jomblowati yang menanti dengan Tinder harus saling menguatkan!*jomblohug*

    Akupun juga mba juga sering sekali *ahem* browse katalog di Tinder, kadang ya sama rasanya ngenes sama diri sendiri "Se-nggak laku ini kah gue sampe harus pake Tinder buat cari jodoh?" Dan dinyinyirin juga sama temen sekitar, "ngapain lo pake-pake aplikasi begituan?"Kalo dipikir-pikir, naif juga kalo terlalu ngarep dari aplikasi sejenis Tinder, kemudian aku uninstall :'(

    Emang jadi jomblo itu selalu serba salah Mba mon, apalagi kalo lingkungan sekitar yg bawel. Semoga musim semi segera datang untuk kita ya *setel DEWA - Kosong.mp3*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahahahahahak, ngapain diuninstall. Asyik kan kalau tau2 ngegap temen sekantor atau temen kuliah yang ternyata pakai!! Nyahahahahaha..

      Buat cari kenalan aja, sukur2 berujung pada pernikahan #hahahahahahaseeeekkkk
      Lah wong jodoh bisa datang dari mana saja, termasuk Tinder #eaaaaa

      Hapus
  4. Mendingan aku liat rupamu di berbagai aplikasi dating onlen, bra. Daripada suatu saat kepo instagrammu dan kaw ternyata mengapload video dengan backsound "OMEGOOOTTT RIOOO OLALA RIOOO AAAHHH AHHHHH RIOOO OLALA OLALAAAAA"

    BalasHapus
    Balasan
    1. NAAAAAAH!!! Kuiiiiiiii... Hahahahaha OMEGOT OLALA AAAAAAAAHHH...

      Hapus
  5. semangat berusaha, Mon. Semohga mmbuahkan hasil hehehehe :D Aku dukung niat baiknya :p

    BalasHapus
  6. Hahaha baru kali ini ada cewek yang blak blak an ngomongin biro jodoh onlen, biasanya kan gengsian ya~


    tulisandarihatikecilku.blogspot.co.id

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya malah nggak mau ngaku kalau mainan FB :D

      Hapus
    2. Kalau saya nggak ngaku kalau punya suami.....

      Hapus
  7. Saya ketemu mantan pacar dari online dating. Surprisingly, ternyata doi waktu itu baru lulus master degree di Harvard. Harvard, cyiinnn!!! Rezeki gue bagus kali yak :p
    Kita sempet jadian plus ldr sekitar 2 tahun. Mayan laah.... Sekarang masih suka kontak2an.

    Sekarang pengen main online dating lagi kok males, banyak cowok ga jelasnya. Beda sama tahun2 2010-2012an gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wiiiiiihhh.. Harvard!

      Iya, banyak gondesnya sekarang di online dating :|

      Hapus
  8. mooooon jiiirrrr moooon yang "kegap" itu salah satunya gue kan maksud lo ! hahahaha
    gue punya pengalaman lebih parah lagi dari online dating macem ini sebenernya.
    awalnya baper parah sih mon bener kata lo. ngarep banget dapet jodoh dari sini.
    tapi kalo udah kena batunya, gue malah jadi (gak) kapok kok hahahha
    justru belajar dari pengalaman gue jadi gak mau baper lg, beralih tujuan buat cuma cari kenalan aja :p

    you know what? gue sempet hampir ke jenjang serius gegara ini, udah booking gedung eh malah di khianati *cih (untungnya belom bayar) wkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahahaha, iya Ndiiiii..
      Nagih ya Ndi! :))))

      Yaowooooh.. duitnya buat nraktir gw aja sinih!
      Eh, apa kabar si Mas yang kemarin? #uhuk!

      Hapus
  9. Www.birojodoh.id website biro jodoh gratis di indonesia kontak jodoh gratis birojodoh.id

    http://blog.birojodoh.id/2016/09/09/biro-jodoh-gratis-di-indonesia/

    BalasHapus
  10. Hai Monica, salam kenal ;) aku baca blog kamu seru banget awalnya liat di google hehee dan ga sabar mau komen di blog mu. Ehem bener kata kamu itu Tinder is Fun awal make baper sejadi jadinya tapi ketika udah kena batunya dan "oh gini toh", sampe detik ini cuma anggep mereka temen sampe ada yg baper sendiri ke gue HAHAA (kebalikan ya) dan dari sekitar 100 orang lebih match sama gue baru 1 orang yg ketemu dan buat gue kena batu nya. Hehe baper? Yap! Karena udah beberapa kali ketemu tapi cowok ya begitu, mungkin kitanya aja yg salah dapetnya tetep positif thinking aja lah ya walaupun miris banget sih gue mesti nyari jodoh via Tinder begini astaga hahaa tapi thanks loh tulisan kamu berguna banget, salam kenal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kyaaaaaaaaa....
      Aku juga pernah kena batunya kok.
      Tapi, aku males Tinderan bukan karna kapok. Bosen aja :D

      Ih, nggak miris kok!
      Lagian buat nambah2 kenalan.
      Jodoh kan bisa datang dari mana saja, termasuk dari Tinder :D

      Hapus
  11. Tadi juga sempet download tinder, gue daftar dan liat2 foto cowok2 yang cakep and absurd wkwk dannnnn... Semuanya gue swap kiri (yg cakep juga gue swap kiri, emg rada gile gue wkwk) karena emg cuman kepo gimana sih tinder tuh dan setelah daftar, menarik juga, setelah tau gimana cara makenya langsung gue uninstall itu apps wkwk �� dan berencana install lagi setelah kuliah di bdg (biar dapet cowok bandung yg ketjeh2) hehe.. #lahcurcoldia

    Bener banget, suka risih kalo chat-an sama cowok terus ditanyain rumahnya dimana, ya basa basi dulu kek gak perlu ngegas nanya alamat, lama kelamaan gua kasih alamat palsu juga lho biar kaya ayu ting2 wkwk ��

    Btw, salam kenal ya kak, bagus tulisannya hehe.. ��

    BalasHapus
  12. VIBE DATING8/28/2017

    Hi there,

    Ada aplikasi baru nih buat kamu yang gak asing dengan social dating :D

    Kamu wajib coba, karena aplikasi ini beda dengan yang lainnya.

    Apa perbedaannya? Yup, aplikasi ini akan mempertemukan kamu dengan orang-orang yang memang memiliki kesamaan minat dengan kamu. So, kamu akan menikmati setiap obrolan dengan teman barumu yang memiliki minat yang sama.

    Aplikasi ini bernama VIBE.

    Kamu bisa mendownloadnya melalui link berikut:
    https://goo.gl/ExihmB

    Jika aplikasi ini cukup menyenangkan (atau mungkin ada kritik & saran), mohon untuk membuat review pada blog/social media kamu mengenai VIBE ya.

    Untuk tulisan review terbaik akan ada hadiah pulsa Rp100.000 untuk penulis terpilih, yang nantinya akan dihubungi via email.

    Submit Review di Social Media/Blog melalui link:
    https://goo.gl/YVQdqi

    Yuk ikut mereview, siapa tau kita bisa menangin pulsa Rp100.000.

    Have a great day ��

    BalasHapus