Tikung-Menikung

by - 3/17/2017

Kali ini saya ingin ber-ghibah mengenai tikung-menikung. Iya, ghibah! Postingan ini adalah postingan yang penuh dosa. Jadi buat yang mau komen ceramah, mohon dipikir-pikir dulu. Wong dari paragraf awal saja saya sudah nulis mau ghibah lho. Kalau tetep dibaca apalagi sampai komenkan, ya berarti situ juga ikutan ghibah. Sama-sama dosa. Rasah kakehan cangkem!

Peristiwa tikung pertama dialami oleh seorang pengusaha muda bernama Trian. Mas Trian ini adalah tipikal cowok metro dandy CEO perusahaan ternama yang sudah kaya sejak lahir. Dan sebagai mas-mas sosialita, Trian tentu punya pacar juga yang sebanding, namanya Cinta. Cinta ini adalah potret perempuan muda ibukota yang kreatif, sukses, dan gahol. Ya pokoknya pas banget lah sama Trian. Bagaikan tumbu oleh tutup. Karena merasa sudah pas inilah, Trian juga akhirnya madep mantep untuk melamar Cinta, yang kemudian juga diterima oleh Cinta.

sumber: sicupidcipid.blogspot.co.id
(Monmaaf nggak ada gambar mbak Cinta. Saya paling anti pasang-pasang foto rival)

Tapi sayangnya, pada suatu perjalanan ke Jogja yang berjudul #DikCintaPiknik, Cinta bertemu dengan mantan pacarnya kala SMA yang subhanallah gantheng, namanya Rangga. Rangga ini nggak sekaya Trian, dan nggak punya perusahaan untuk dibanggakan. Bapaknya mantan orang yang di-PKI-kan. Ibunya minggat meninggalkan mereka. Kuliahnya di New York juga nggak beres. Pokoknya, yang dimiliki Rangga hanyalah keganthengan yang mungkin akan sia-sia bila cintanya ditolak oleh Cinta.

Keghantengan yang sia-sia.

Di Jogja, benih-benih cinta kedua mantan-berantan tersebut timbul kembali. Melalui obrolan ditemani dua cangkir kopi, pemandangan indah di atas jambul gereja ayam, dan puncaknya adalah cipokan basah di depan Villa tempat Cinta menginap, Rangga kembali merebut hati Cinta. Cinta pun gegana, gelisah galau dan merana. Mau memilih Trian, tunangan sah-nya yang kaya sejak lahir, atau Rangga, mantan pacar yang hidupnya amburadul tapi gantheng warbyasak.

Tapi akhirnya Cinta memilih cinta. Cintanya kepada Rangga mengalahkan segalanya. Ditinggalkannya Trian dengan segala mimpi bulan madu ke Maldives dan rumah mewah di kawasan elite Jakarta.

Keputusan Cinta ini banyak dihujat oleh buibu se-Indonesia. "Memangnya KPR bisa dibayar pakai cinta, Cin?" Begitu tulis mereka. Tapi saya menempatkan diri sebagai pembela Cinta. Mungkin sejatinya saya punya jiwa yang romantis. Saya nggak bisa membayangkan menikah dengan seseorang, tapi hati saya masih tertambat pada orang yang lain. Bayangkan kalau Cinta menikah dengan Trian, sementara hatinya masih kepada Rangga. Rumah tangga semacam apa yang akan Cinta jalani?

Lalu soal KPR, bagaimana? 

Ya nggak gimana-gimana lah! Situ kira Rangga nggak bisa bayar KPR? Rangga itu punya kafe di Nyuyok lho! Cinta kan juga bukan mbak-mbak ecek-ecek. Cinta ini paling tidak adalah sarjana strata satu, punya galeri seni lagi! Mungkin kehidupan Cinta bersama Rangga nggak akan semewah bila Cinta menikah dengan Trian. Tapi nggak semua hal harus dinilai dengan materi, kan? Mungkin Cinta nggak bisa koleksi tas Hermes. Tapi sekedar beli tas Abekani sebulan sekali, saya rasa Cinta dan Rangga masih mampu.

Untuk kisah tikung-menikung yang ini, saya menempatkan diri sebagai yang pro. Saya setuju dengan Cinta yang mau di tikung.

***

Sekarang kita masuk ke kisah tikung yang ke dua. Yang ini adalah tentang seorang perempuan, kita sebut saja namanya dik S. Dik S ini ceritanya sedang menjalin hubungan percintaan dengan seorang laki-laki, yang kebetulan masih menggali ilmu di suatu institusi pendidikan, sebut saja mas SI. Tapi suatu hari, secara tiba-tiba, tanpa ada hashtag #DikSPiknik, dik S bertemu dengan mas H. Mas H kemudian melamar dik S yang saat itu masih berstatus sebagai pacar mas SI. Dik S menerima mas H, dan memutuskan mas SI.



Kebalikan dari Trian dan Rangga ya, antara mas SI dan mas H ini posisinya terbalik. Justru mas H selaku si penikung lebih mapan daripada mas SI. Mas H adalah mas-mas mapan rupawan, anak salah satu orang terpandang di Indonesia. Jadi sebenarnya menjadi logis bila dik S lebih memilih mas H. Lha wanita mana tho, yang nggak mau sama mas-mas mapan rupawan anak orang terpandang?

Tapi keputusan dik S ini lagi-lagi dihujat oleh buibu se-Indonesia. Beberapa adalah buibu yang sama dengan yang menghujat keputusan Cinta memilih Rangga, dengan alasan yang bawa-bawa KPR. Lha piye toh, bu? Katanya perempuan harus realistis dan milih yang bisa bayar KPR? Kok pas dik S memilih mas H yang mapan rupawan juga dihujat? Yo karang netizen ki isone muk nyacat.

Dan saya sebagai netizen, juga termasuk yang ikutan nyacat dik S. Tapi jangan salah ya, saya nggak nyacat soal pilihan dia untuk ninggalin mas SI, walau itu melukai jiwa romantis saya. Saya sadar kok kalau prioritas orang beda-beda. Kalau prioritas saya adalah cinta, beberapa orang lebih memprioritaskan KPR eh...harta, atau yang sering disebut-sebut sebagai "pilihan yang realistis". Yang saya cacat adalah cara dik S membela diri habis-habisan di akun instagramnya, sok menjadi korban dan nyalah-nyahin mantannya. Padahal ya entah membela diri kepada siapa? Wong kalau dia nggak bikin status-status kontroversial begitu, saya juga nggak bakalan ngerti ada orang namanya dik S di dunia ini. Dik S bukan siapa-siapa bagi masyarakat, sampai kemudian dik S bercerita di sosial media tentang dirinya yang secara suka rela di tikung oleh mas H.

Pesan netizen untuk mas SI

Pesan netizen untuk Dik S

Pada status-status tersebut, dik S seakan menyalahkan mas SI yang tak kunjung melamar padahal dik S ingin segera menikah. Dik S juga seakan-akan menempatkan diri sebagai korban: "perempuan itu jangan dipaksa menunggu. Laki-laki itu harus tegas, punya prinsip, punya goals dalam hidupnya." Begitu kira-kira tulis dik S.

Ucapan tersebut seolah-olah menuding bahwa mas SI memaksa dik S untuk menunggu, mas SI tidak tegas, dan mas SI juga tidak punya goals yang pasti dalam hidupnya. Lha, emang dik S dan mas SI selama ini pacaran atas dasar paksaan? Seandainya sejak awal dik S berniat untuk kawin cepat, kan seharusnya nggak usah memacari mas SI yang memang masih menempuh pendidikan? Pacari saja Trian bekasannya Cinta. Kalau tahu mas SI bukan lelaki yang sesuai dengan kriterianya, buat apa dipacari?

Untuk kisah yang kedua ini, saya menempatkan diri sebagai yang kontra. Duh, dik S, bukannya mbak Arum nggak suka kamu lebih memilih mas H. Cuma mbok nggak usah bikin status-status di media sosial untuk membenarkan diri, gitu lho. Karena ya bagaimanapun juga, meninggalkan pacar lama untuk lelaki baru yang lebih mapan itu dipandang salah secara kesetiaan. Meskipun nggak salah karena nggak melanggar hukum juga. Tapi tetep pokoknya ada salahnya. Kenapa nggak terima aja toh, kalau dirimu tak luput dari kesalahan juga? Manusiawi kok. Toh nggak bakal dipenjara atau didenda.

***
sumber: IG @tahilalats

Dua kisah di atas adalah kisah tikung-menikung ter-hits saat ini. Cinta dan dik S adalah sama-sama sebagai orang yang dengan suka rela ditikung. Mereka berdua memutuskan untuk meninggalkan pacar lamanya, demi orang baru (atau orang kadaluarsa kalau dalam kasus Cinta), dengan alasannya masing-masing.

Mungkin kalau Cinta punya sosial media dan kemudian playing victim, lalu nyetatus nyalah-nyalahin Trian, saya juga akan sengit sama Cinta. Seperti saya kurang suka dengan sikap dik S yang nyetatus membela diri dan nyalah-nyalahin mantannya. Udah gitu pakai alesan bahwa status-status dia ditulis bukan untuk riya, melainkan agar perempuan-perempuan lain bisa terinspirasi.

Terinspirasi untuk mau ditikung?

Sekian dan salam ghibah.


Ps: Tidak akan menjawab komentar semacam "Ini siapa sih maksudnya? Apa cuma gw aja yang nggak tau??" Punya kuota internet kan? Bisa googling kan? Males googling? Saya juga males komen-komenan sama pemalas, coeq.

You May Also Like

22 komentar

  1. Syukaaa syukaaa. Aku juga nulis di blog. Aku nggak nyalahin pilihan dia, tapi caranya. Xixixi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya betol caranya :(
      Ditikung udah sakit. Eh masih disalah-salahin.

      Hapus
  2. P.S.-nya minta ditaburin es serut biar adem 😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak usah ah. Kalau adem nggak asik.

      Hapus
  3. ayeyyy...fix...sepakat. sebelum tahu si mantan lg akpol sih aku smpt mikir macem2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku dari awal udah prek banget. Mau mantannya kayak gimana pun, kan dia nggak dipaksa pacaran. Kalau nggak sreg ya daridulu dong diputusin. Jangan pakai acara tikung.

      Hapus
  4. vidiaindiana3/17/2017

    aku sukaaa sekali sama cangkeman-cangkeman di Besok siang <3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku suka sama yang suka aku #eaaa

      Hapus
  5. Love is kampret...

    BalasHapus
  6. galak ih... galak.. galak... :))

    BalasHapus
  7. Sama mbak, aku juga netral. Tetapi, memang aku nggak suka caranya dia playing victim gitu, sampek aku nggak mau baca caption di part 2 nya saking gedeknya haha

    www.extraodiary.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku baca dong. Bua bahan ghibah :D

      Hapus
  8. Aku malah baru tau dari blog ini, dan aku luweh aja.. tapi aku kepo apa mas penikungnya ngadep mas ditikung dan lalu njaluk ngapuro sinambi memberi pelangkahan gag yaa?#mikir tenan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti besok siang adalah blog yang membuka wawasan mengenai gosip nasional #eaaa.
      Nggak pakai. Dia cuma minta dik S mutusin mas SI doang.

      Hapus
  9. bener mba. dia pelaku tapi berlagak korban. pake embel-embel mengisprisasi.. yaelah.kampret memang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi bukan pilihannya yang dinyinyirin ya. Tapi kelakuannya ^^

      Hapus
  10. emang S rese bgt mba Rum. temen saya pun banyak kok yg lebih memilih pria yg melamar langsung. tapi mereka ga peke acara playing victim dan merasa diri paling benar trus koar2 di medsos. mereka pakai asas musyawarah mufakat berlandaskan lapang dadanya Sheila On 7. semoga mas SI mendapatkan yang jauh lebih baik.
    ditunggu tulisan lainnya mba Rum.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya. Resenya tuh dia njuk playing victim dan jelek2in mantannya tu lho bikin gemez

      Hapus
  11. Anonim4/07/2017

    Ya itu kan karena dia pengen ngartees aja, skg aja udah diajak nyanyi tuh, emang dasarnya pengen tenar makanya caperr

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh beneran diajakin nyanyi? Sama siapa??

      Hapus