5 Tips Bagi Netizen yang Sedang Tidak Percaya Diri


Saya sedih. Arum itu kalau membalas komentar rakyat Besok Siang kok tidak solutif sekali. Ditanya perihal teman yang insecure malah membahas anggota sirkus. Padahal rakyat Besok Siang kan sedang melacur, MELAkukan CURhat. Tapi ya tak apa, untuk itulah Dek Mon diciptakan. Dek Mon diciptakan untuk menyeimbangkan hidup Arum yang tidak mampu memberikan solusi.

Saya yakin kita semua pernah merasa insecure, dalam hal apapun, terutama dalam hal fisik dan penampilan. Kalau ada yang bilang, "Perilaku dan sifat lebih penting dari fisik!"  Saya pengen bilang:

NGAPUSIIIIIIII... MBELGEDHIES!

Saat pertama kali kita berkenalan dengan orang, yang pertama kali kita lihat apa? Ya, fisik dan penampilan. Nggak mungkin baru pertama kali berkenalan langsung bisa menyimpulkan bahwa orang tersebut tukang nyinyir. Lah mangap saja belum, kan? Kalau mangap saja belum, cara kita untuk screening orang baru ya dari penampilannya. Ibarat membeli buku, jika sampulnya bergambar lophe-lophe kita akan menyimpulkan bahwa buku tersebut adalah novel percintaan, nggak mungkin novel pembunuhan. Ya, kecuali cover designer-nya sedang mabok jamur, bisa saja terjadi.

Beberapa stereotype yang berkembang di masyarakat bahkan mengajarkan kita untuk menghakimi orang lain berdasarkan penampilan fisik, contohnya saja perempuan yang jalannya ngangkang sudah tidak perawan atau orang bertato adalah orang yang nggak bener. Padahal mau saya tatoan atau tidak, kapan sih saya pernah bener? Di mata Arum saja Dek Mon selalu salah.

Saya bukannya mau membenarkan "penghakiman berdasarkan penampilan fisik", tapi harus diakui bahwa memang masih banyak masyarakat yang seperti itu. Tai memang. Tapi ya memang seperti itu adanya, hidup memang seperti sungai, kadang ada saja tai yang lewat. Kita nggak akan bisa mengendalikan perilaku masyarakat, tapi kita masih bisa mengendalikan diri kita. Kita masih bisa memilih untuk insecure atau tidak terhadap fisik yang sudah dianugerahkan oleh Tuhan #mendadakrelijius #benerinhijab #kalunginrosario

Kali ini saya mau memberikan tips bagaimana cara agar bisa lebih percaya diri, terutama dalam hal penampilan fisik.

1. Kenali diri sendiri dan cari solusinya


Tips yang pertama agar kita bisa percaya diri adalah kita harus bisa mengenali diri kita sendiri. Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak percaya. Tapi kadang sudah percaya, masih dikhianati. Selanjutnya cari kekurangan fisik dari diri sendiri. Jangan cuma hobi mencari kurangnya orang, kurangnya diri sendiri juga harus dicari, tong.

Salah satu alasan kenapa kita nggak PD adalah karena kita merasa ada yang kurang dari diri kita. Padahal setiap orang pasti punya kekurangan, kecuali saya dan Arum. Penulis Besok Siang mah SEM-PUR-NA. Kalau sudah tahu kurangnya apa, cari cara untuk menyamarkannya. Misalnya saja saya merasa tubuh pendek adalah kekurangan saya dan saya merasa nggak PD akan hal itu. Untuk menipu orang-orang di sekitar saya, saya pakai rok yang di atas lutut dan high heels. Ah, semua orang suka ditipu kok. Tenang.

Atau misal kalian merasa pipi kalian chubby dan nggak PD akan hal itu, ya jangan selfie dari jarak dekat dengan caption "gendats!". Hobi sekali merendahkan diri sendiri.

2. Hilangkan kekhawatiran nggak penting


Saya pernah menerima DM kurang lebih isinya: Mbak, cara ngilangin komedo hitam gimana ya? Atau cara menutupinya bagaimana? Pori-pori saya juga besar. Saya nggak PD kalau dilihat lawan jenis.

Komedo hitam dan pori-pori besar memang sedikit mengganggu, mengganggu pandangan mata sendiri, bukan orang lain. Kita merasa nggak PD karena kita nggak nyaman dengan diri kita sendiri.  Walaupun percaya sama Dek Mon itu musyrik, tapi percaya deh, sangat sedikit orang yang selo sampai ngobrol saja memperhatikan komedo hitam maupun pori-pori. Apalagi cowok. Aelah, kita ganti warna lipstick saja cowok nggak bakalan mudheng! Apalagi pori-pori besar. Tsk.

3. STOP membandingkan diri sendiri dengan orang lain


Saya sering mendengar celetukan, "Enak ya, dari lahir badannya udah bagus gitu. Makan apa aja nggak gendut. Beda sama aku, baru ngirup aroma makanan dah naik 10 kg." atau "Nggak perawatan kok kulitnya tetep mulus gitu sih."

Jujur saya malah lebih kagum dengan orang-orang yang punya badan bagus dan kulit mulus berkat usaha keras. Karena orang-orang tersebut adalah orang-orang yang nggak menyerah dengan keadaan. Berbeda dengan orang-orang yang komentar, "Makan apa aja kok bisa perutnya tetap rata. Tsk." Tapi ngomongnya sambil ngemil cilok satu gerobak.

Setiap orang dilahirkan berbeda, mailaff. Dan yang perlu dicatat juga adalah setiap netizen memiliki skill photo editing yang berbeda #eh

4. Hindari lingkungan tukang bully


Saya sebal sekali dengan lingkungan yang orang-orangnya sering menjadikan fisik sebagai bahan bercandaan, "Udah lama olah raga, badan gitu-gitu aja. Udaaah.. Nggak usah diet, hahahaha." Saya lebih memilih menghindari lingkungan seperti itu karena lebih unfaedah dari tulisan di Besok Siang. Walaupun dibilang "niatnya bercanda", tapi tetap saja nggak mashook. Tujuannya bercanda kan agar bahagia ya, bukannya malah menyinggung perasaan.

Kalau kita merasa nggak PD dan terintimidasi di dalam suatu lingkungan, lebih baik menghindar jika memang nggak penting-penting amat. Cari lingkungan yang lebih suportif atau cobalah berteman dengan Ustazah Fenny.


FYI, saya dan Arum terharu sekali ada ustazah yang mengunjungi, bahkan menulis komentar di Besok Siang. Ustazah saja tidak malu komentar di Besok Siang, masak kalian yang rakyat jelata hanya menjadi silent reader? Tsk.

5. Terima nasib


Manusia hanya bisa berusaha, selebihnya ada di tangan Tuhan.

Yak sip.

Tertarik untuk menjadi pelacur, PELAku CURhat?
Kalian bisa melacur colongan melalui kolom komentar Besok Siang ataupun melacur resmi dengan kirim email ke blogbesoksiang@gmail.com.

21 komentar:

  1. Hehehe sama mbak. Aku tipe yg tiap kali makan nasi padang pake sayur nangka, rendang, ayam bakar, dan telor dadar. Banyak yg bilang aku ga gendut2. Tapi ada juga temen yang kalo mau diet, suka ajak2 orang sekampus. Setiap ada yang makan dinyinyirin. Kesel.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haibat sekali kamu makannya banyak ๐Ÿ‘Œ

      Ngajaki diet makan sehat sih oke, seperlunya. Tapi kalau sampai nyinyir coba kamu suruh temanmu itu baca besok siang ๐Ÿ‘Œ

      Hapus
  2. waaahhh...tumben sekali postingan besok siang berfaedah dan bermanfaat bagi banyak orang. saya suka saya suka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makin banyak yang melacur akan semakin berfaedah Besok Siang ๐Ÿ‘Œ

      Hapus
  3. Terimakasih atas pencerahannya Mbak Mon. Kebetulan daerah sini lagi mendung, jadi agak gelap. Saya gak mau dibilang silent reader! Makanya saya komen. Sekian terima gaji.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagus! Agar tidak malu pada Ustazah Fenny!

      Belum tanggal 1 kok sudah minta terima gaji. Kamu ini bagaimana.

      Hapus
    2. Aku ingin gajian sebelum tanggal 1 Mbak Mon. Aku ingin ini itu banyak sekali. Hasrat shoping membuncah tak terkira.

      Hapus
    3. Aku ingin gajian sebelum tanggal 1 Mbak Mon. Aku ingin ini itu banyak sekali. Hasrat shoping membuncah tak terkira.

      Hapus
    4. Iya, iya, baique.
      Tapi tyda usah komen 2x juga.
      Iya.

      Hapus
  4. awalnya udah bete liat mba mon bilang rakyat besok siang melacur eh ternyata ada kepanjanganya. apalagi yang pelacur. bermanfaat sekali singkatannya. jadi kalo ada orang so tau yg mulutnya ngga disekolahin ngatain melacur atau pelacur tinggal jawab yang mba mon tulis deh hahaha. makasih mba mon yang sangat solutif.

    salam, akupadamu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena Besok Siang diciptakan untuk mengubah kata dengan konotasi negatif menjadi kata dengan konotasi yang lebih positif.

      Apakah kamu tidak tertarik melacur?

      salam, akupadadiriku

      Hapus
  5. Maaf mba mon... Baru komen lagi. Kemarin 2 hari pingsan karena lihat namaku di banner sini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, kenapa pingsan? Lalu bagaimana cara kamu tersadar kembali? Apakah kamu berniat melacur lagi?

      Hapus
  6. Mbak Lady sekarang udah nggak nulis di Besok Siang lagi, Mbak Mon? #salahfokus

    BalasHapus
  7. Iya, sudah tyda. Kamu ini bagaimana, baru sadar sekarang. Tsk.

    BalasHapus
  8. Balasan
    1. Mananya yang sarkas? Tidak kok. Hanya unfaedah saja.

      Hapus
  9. Baru tau ada blog besoksiang, selama ini aku kemana aja ya? sungkem dulu sama pemilik rumah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Melancong ke barat bukan?

      Sungkeman diterima. Sawerannya mana?

      Hapus
  10. Aku jd terima kekuyusan diri ini dan menutup telinga dari mareka2 yg ga habis2nya ngatain aku kuyus keying & tydac menarik..
    Ah..syudahlah, aku bersyukur menemukan artikel ini, Mbak Mon..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yha.
      Bersyukurlah.
      Perkataan mereka tidak akan pengaruh ke penghasilan bulananmu.

      Hapus