Mencari Konak Di Kava Coffee & Vintage

Beberapa waktu yang lalu, kami Tim Besok Siang, jajaran CEO beserta segenap karyawan, merasa bosan menuliskan rubik Cangkeman 18+ terus-terusan. Masa saben tayang kok nyangkem saru. Mbok diselingin apaan gitu yang sama unfaedahnya. Maka kami menggodog sebuah rubik yang judulnya Jogja Banget. Ini perdana. Tes pasar dulu. Kalau rakyat suka akan dilanjut, kalau rakyat tidak suka, ya tetap akan dilanjut sih. Karena sebenarnya Besok Siang itu ada bukan untuk menyenangkan rakjat, tapi untuk menjaga kekoploan penulis-penulisnya.

Mengapa "Jogja Banget"? Ya karena untuk sementara ini, jajaran CEO beserta segenap karyawan Besok Siang tinggal di Jogja. Jadi kalau rubiknya "Tegal Banget", yha kejauhan. Atau kalau nanti dapat narasumber yang kompeten dan cukup bajingan, bolehlah akan diadakan rubik "Sarkem Banget". Atau ada yang mau menjadi pengisi rubik "Alam Kubur Banget"?

Lagi pula kalau cuma sombat-sambat dan misuh-misuh bahwa Jogja berubah atau Jogja macet tanpa solusi atau bergerak dalam aksi nyata, sudah banyak! Besok Siang tidak mau bergabung dengan rakyat jelata tukang sambat. Jadi daripada sambat, kami lebih baik mencari berbagai sudut Jogja yang masih Jogja banget. Dan semoga bersama dengan rubik ini, kami bisa membawa suasana Jogja banget ke hati para rakjat, dan kemudian mengembalikan seluruh sudut Jogja yang konon sudah terlalu metropolis ini menjadi Jogja Banget.

"Jogja Banget" yang akan saya ulas pertama kali di sini adalah KAVA COFFEE & VINTAGE STORE. Saya ke sini diajak oleh seorang teman. Laki-laki. Malam-malam. Hujan rintik-rintik. Dan suami saya sedang di luar kota. Tapi apakah kita akan membicarakan hal ini? Tentu tidak. Ini rubik "Jogja Banget", bukan "Ghibah Rumah Tangga Banget".

KAVA COFFEE & VINTAGE itu tempat apa? Ya seperti namanya coeq, kafe, tempat nungkrung dan ngupi-ngupi anaq gaul kota Jogja. Saat ini, tempat semacam memang sedang menjamur di Jogja. Seperti hotel dan mall yang juga sedang menjamur. Namun menurut saya, kalau hotel itu yang menikmati malah naq-anaq luar Jogja. Yha kecuali anaq Jogja yang kosnya tutup jam 10 tapi ingin ena-ena dengan nyaman dan malas kalau harus memasukkan sendal pacarnya ke dalam kamar kos-kosan dan kebetulan sedang dapat duit berlebih. Kalau jaman saya kuliah dulu, nginepin pacar dengan sendal dimasukkan ke kamar kos-kosan itu Jogja Banget lho!

Astagfirullah!

Mari kembali ke topik utama saja.

kava-coffee-vintage-jogja
Tampak depan Galeri Oma. Kalau mau ngopi dan nongkrongnya di sini juga boleh.

Bedanya KAVA dengan tempat nongkrong lain adalah tempat ini menjual suasana jadul. Dan KAVA ini jadi satu tempat dengan GALERI OMA VINTAGE STORE, toko yang menjual barang-barang antik gitu. Sayangnya saya tidak sempat menjelajah Galeri Oma karena (( MAGER )).

Momon itu kalau mengajak saya nongkrong, sejauh ini selalu memilih tempat yang kesannya modern, clean, minimalis, instagramable, serta baristanya tamvan. Sementara saya sebagai mantan anak MATO, sebenarnya lebih suka tempat nongkrong yang kesannya hangat. Kafe-kafe modern dan instagramable itu asik sih, tapi untuk di ulas di rubik ini kok sepertinya kurang Jogja Banget.

Nah, di KAVA ini, selain memang desain interiornya yang jadul dan bernuansa kayu sehingga berkesan homey, orang-orangnya juga terkesan hangat. Jadi pas saya ke sana, kebetulan yang ada di sana itu kayak sudah saling kenal semua dan saling sapa gitu lho. Teman saya juga mengenalkan saya dengan segenap hadirin.
Mbak Inez, salah satu owner-nya sempat tanya ke teman saya: "Pacarmu?"
Saya menyahut: "Iyha."
Teman saya: "Cuangkemmu!"
Begitu.

Varian kopi yang ditawarkan di sini tergolong banyak. Dan berhubung saya tidak terlalu mudeng kopi, jadi saya tanya teman saya yang paham, "Apakah kopi di sini ena?" JOSS, kalau kata teman saya. Salah satu kopi signature mereka adalah Es KONAK. Es KOpi ENAK. Namanya sungguh sangat Besok Siang yhua!

kava-coffee-vintage-jogja
Es Konak!

Selain kopi-kopian, juga ada menu non kopi dan makanan ringan untuk menemani mengobrol santai. Soal harga? Wah jangan khawatir. Saya cuma merogoh kocek 20 ribu untuk segelas Cappucino hangat dalam cangkir yang guedhi, saya minum irit-irit dari jam setengah 8 sampai jam 10 malam. Kalau Es Konak harganya 15 ribu saja. Teh-tehan dari harga 8 sampai 17 ribu. Sedangkan makanan ringan paling muahalnya hanya 18 ribu. Pokoknya cocok lah untuk kalian para rakjat jelata yang hidupnya (( PAS-PASSAN )).

KAVA COFFEE ini juga dilengkapi dengan wifi yang koneksinya lumayan cepat, yang nama password-nya sedikit membuat emosi. Coba saja datang dan tanya password wifi-nya. Semoga belum diganti sehingga kita bisa emosi bersama-sama. Colokan yang disediakan juga buanyak, setiap meja dikasih olor dengan banyak colokan. Tapi menurut saya, sayang ya kalau datang ke sini tapi malah nyenuk ngadep leptop saja dan diam seperti entung. Suasananya itu hangat dan Jogja Banget, lebih asik melewatkan waktu di sini dengan bercengkrama bersama teman-teman ataupun yank-yankan.

kava-coffee-vintage-jogja
kava-coffee-vintage-jogja

Rabu malam kemarin waktu saya nongkrong di sini, hawanya sedang adem karena hujan rintik-rintik. Jadi enak gitu, romantis. Apalagi kan desain bangunan KAVA COFFEE ini terbuka. Jadi ya ngobrol-ngobrolnya sembari melihat keramaian jalan Monjali dengan diiringi semilir angin malam yang sejuk. Jangan berharap ini tempat nongkrong tertutup dan ber-AC, yha!

Saya sebagai mantan anaq Mato Kopi, tentu tidak masalah dengan keadaan ini. Lagipula memang jaman saya kuliah dulu, karakter mahasiswanya itu kalau cari tempat nongkrong ya yang seperti ini, yang murahan dan enak buat ngobrol. Jadi dulu itu kami semacam (( REMBOL )). KeRE nggeromBOL. Hanya saja kami ini bergerombol di tempat yang memang disediakan untuk nongkrong. Bukan mengerubungi mobil orang seperti zombie di prapatan Gejayan sambil memaksa beli bunga. Ingat, kami hanya rembol! Bukan zombie! Kami tidak mengganggu kenyamanan orang lain.

kava-coffee-vintage-jogja
Ruangan terbuka dan langsung menghadap ke jalan Monjali

Kekurangan tempat ini ada tiga. Yang pertama dia hanya buka dari jam 3 sore sampai jam 12 malam. Padahal kan enak juga kalau buka siang, saya bisa ke sana numpang ngeblog siang-siang sambil nges Konak. Atau kalau buka sampai subuh ya pasti ramai juga lho! Kan asique nongkrong sama teman-teman sepanjang malam menunggu pagi. Lebih baik nongkrong beramai-ramai di kopian tho, daripada berduaan bersama lawan jenis yang bukan muhrim dengan sendal dimasukan ke dalam kamar di kos-kosan?

Oke, skip!

Tapi dengar-dengar, kedepannya KAVA CAFFEE memang mau buka lebih lama.

Kekurangan kedua adalah tempat parkirnya itu hanya di trotoar depan kafe ini saja. Jadi ya sempit, dan tidak mungkin bawa mobil kalau ke sini. Yang memungkinkan ya bawa motor, sepeda ontel, atau naik Gojek saja. Sungguh definisi tempat ngongkrong rembol, yha?

Yang ketiga tempat ini sedikit angil bila mau dicari dengan menggunakan google map. Soalnya pasti meleset sikit-sikit, karena lokasi Galeri Oma ini memang baru saja pindah. Tapi untuk ukuran kafe yang baru sekitaran setahun buka dengan promosi yang sangat minimalis, KAVA CAFFEE ini sudah lumayan hidup dan banyak yang tahu.

Bagaimana? Tertarik nges Konak?


KAVA COFFEE & VINTAGE STORE
Jl. Monumen Jogja Kembali No.47, Sinduadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55284
Telp:  0856-4039-5144


*Maaf fotonya seadanya karena saya agak isin mau foto-foto. Maklum perdana. Semoga seiring berjalannya waktu Besok Siang semakin kaya dan bisa menyewa fotografer handal untuk setiap konten Jogja Banget.

23 komentar:

  1. Untuk tayangan perdana #jogjabanget aku merasa asique dan tertarique untuk baca konten jogjabanget lainnya. Lanjoetkan ses!

    *walau komentarku tampaknya tak memberi dampak untuk kelanjutan jogjabanget sing penting wis ngmg asik*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah terima kasih sekali. Meskipun komenmu tidak berdampak apapun bagi Besok Siang, tapo tim Besok Siang tetap menghargai.

      Hapus
  2. Kenapa ini baru tayang pas aku sudah balik ke Jakarta? Kemarin mati gaya cari tempat nongkrong non turis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena rubik ini memintamu kembali

      Hapus
  3. mengapa masnya wajahnya di blur? saru kah rai nya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu namanya menghargai privasi, deq

      Hapus
  4. wuah boleh lah #jogjabanget DILANJUTKAN nantinya akan jadi referensi buat yang jalan-jalan ke jogja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yhua! Tuerima kuasih atas uapresiasinyua!

      Hapus
  5. Kayaknya mnding ini drpd yg di Bar***** kemarin ๐Ÿ˜‚ kemarin itu manis banget minuman²nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, manis. Puasti kuarenua uada penulis Buesok Suiang ๐Ÿ‘Œ
      Ayo kapan kita ngonak di sini?
      Lalu kapan rembolannya?

      Hapus
    2. Ayo MENCARI KONAK!

      Hapus
  6. Walo rada bingung mo nulis alam kubur itu gimana & ga bisa omong jowo, saya jd pingin ngisi rubrik Alam Kubur Banget..
    Bhihihihihik..
    Teruskan Jogja Banget nya dek-adek bedua, jadi kangen Jogja..
    (Pantesan kosan2 sana gada sendal sepatu di depan pintunya).
    Eh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lho, Jadi ini maksudnya Ann Solo yang punya Milennium Palkon? Bukan Ann si anak Solo? Kok tidak bisa bahasa jawa...

      (( YHUA BEGITULAH PERKARA PERSENDALAN DI KOS-KOSAN JOGJA ))

      Hapus
    2. Yg punya Millenium Palkon itu pakde saya, mbak..
      Saya naik yamah*a mio..
      Nyambi gojek..bhihihi
      Ora iso boso jowo, bahasa minang bisa nya, unni arum..
      Nyihihihik..

      (((HABIS JUMATAN DI MESJID SERINH HILANG, YHUA BEGITULAH PERKARA PERSENDALAN DISINI TERMASUK BAPAK SAYA PULANG PAKAI SENDAL LAIN SEBELAH)))

      Hapus
  7. Sip. Masuk wish list kalo besok-besok ngejogjes lagi. Maturnuwun, mbak arum ๐Ÿ˜˜

    BalasHapus
  8. Sesok tak ajak ketemu di kopi dst mauk? Ngendors mbak artis mbayarrr??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yha mau lah kalau diajak ngupi.
      Yhua tentu suaja muahal. Untuk lebih juelas mengenai kemuahalannya silakan email saja yha.

      Hapus
  9. Mari liat fotone es konak, aku dadi ngelak sess..

    BalasHapus
  10. Huhuhu, telat bgt nge-post #jogjabanget, mba rum, saya suka tempat nongkrong kaya gitu, nyaman buat ngobrol, bulan 1 kemarin baru ke jogja, jd pingin lg, jogja emang ngangenin ya, mba, tp hotel yg menjamur saya kok ga suka nginep hotel ya, lebih enak sewa guesthouse krn kalo liburan sering rombongan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung hotelnya. Kalau hotelnya ena ya jadinya ena.

      Hapus
  11. Oleh nyumbang soal jogja banget ra ses?

    BalasHapus