Adu Wudel di ARTJOG 2018

artjog 2018
Bagus yha.

Saya lahir dan dibesarkan di Jogja. Kalau ditanya, "Nggak ingin kerja dan menetap di luar kota, Mon?" Saya selalu menjawab, "Buat apa? Kerjaan saya yang sekarang saja memungkinkan saya untuk plesir ke banyak kota dan bertemu banyak orang. Bahkan di Bandung saja pernah ketemu om mesum."

Salah satu yang membuat saya enggan meninggalkan Jogja adalah karena menurut saya masyarakat dan lingkungan di Jogja itu "nyeni" biyanget! Bagi yang suka seni, Jogja adalah surga.


Nggak sulit untuk mencari pagelaran seni di Jogja. Salah satu acara seni yang secara rutin diadakan di Jogja adalah ARTJOG, merupakan pagelaran seni terbesar di Jogja dan berskala internasional. ARTJOG biasa diadakan selama satu bulan penuh. Selama satu bulan (( muata )) dan telinga akan dimanjakan oleh banyak karya seni. ARTJOG nggak hanya menyuguhkan karya seni dalam bentuk fisik, tapi ada juga pagelaran musik, bahkan ada juga diskusi tentang seni. Faedah biyanget kan?

Saya cinta mati dengan ARTJOG. Dari zaman saya masih pacaran sama Mukidi hingga sekarang masih setia menjomblo, saya nggak pernah absen datang ke ARTJOG. Bahkan ketika nggak ada teman untuk diajak pun saya pasti datang. Karena apa? Karena saya SUDAH TERBIASA SENDIRI! Eh, salah. Karena saya suka seni! Seni ya, bukan seniningan (baca: ceniningan, yang artinya sok-sokan).

artjog 2018
ARTJOG 2013. Sudah tidak pacaran dengan Mukidi. Sekian.

ARTJOG 2018 adalah ARTJOG yang ke-11. Wagelaseh udah yang ke-11 tapi saya masih awet muda aja. Yang membuat saya ketagihan dan penasaran untuk datang ke ARTJOG karena setiap tahun-nya akan ada tema yang berbeda. Dan ARTJOG 2018 mengangkat tema "Enlightenment". Buat kalian jelata yang nggak ngerti bahasa Inggris, enlightenment itu artinya pencerahan. Baik kan Dek Mon ini, kalian nggak perlu buka google translate. Pencerahan yang dimaksud memiliki arti mengusir kegelapan ke dalam terang.

Untuk lokasi diadakannya ARTJOG 2018 masih sama seperti tahun lalu, yaitu di Jogja National Museum. terletak di tengah kota Jogja. Harga tiketnya pun masih sama Rp50.000,00. Bagi yang merasa harga tiketnya mahal, tsk. Jualan bunga di perempatan saja seperti mahasiswa Jogja kebanyakan.

artjog 2018
Tiket masuk ARTJOG 2018

Pertama kali memasuki ruang pameran kita akan disuguhi nuansa bawah laut atau anggaplah sebagai mini Bikini Bottom. Jika dilihat dari dekat jelas sudah bahwa terumbu karang dan kawan-kawannya merupakan hasil rajutan. RAJUTAN.

"BIKIN RAJUTAN SEGINI BUANYAK GIMANA WOY?"  

artjog 2018
Tidak ada Sponge Bob maupun Patrick
artjog 2018

Usut punya usut, Mulyana seniman dari Bandung sang pencipta mini Bikini Bottom, melibatkan banyak para bunda yang sudah biasa merajut untuk membuat karya seni yang wagelaseh. See? Ternyata bergaul dengan para bunda itu banyak faedahnya.

Melalui karya-nya, Mulyana mengajak para penikmat seni untuk merasakan keindahan sekaligus ketakutan. Pernah ngebayangin nggak kita ada di bawah laut? Memang pemandangannya indah, tapi kita bakalan takut karena terlalu jauh dengan daratan tempat biasa kita berpijak. Ngeri-ngeri sedep.

Hasil karya yang dipamerkan buanyak biyanget (dari seniman dalam maupun luar negeri), nggak kayak mantan Dek Mon yang cuma satu itu. Total ada tiga lantai yang wajib kita jelajahi. Setiap lantai terdiri dari beberapa ruang pameran dan ada yang memang ruangannya sedikit nyempil. Jadi memang harus jeli agar nggak ada karya seni yang terlewatkan untuk kita nikmati.

artjog 2018
Langit-langit di lantai 1
artjog 2018
Mas Kanye West yang ternyata pelanggan warteg

Bagi kalian para rakyat yang memiliki kecerdasan pas-pasan dan tak mampu memahami, "Ini seniman maksudnya apa sih bikin ginian?" Tenang saja. Di dekat setiap karya seni terdapat narasi terkait dengan karya seni tersebut. Kalau masih nggak paham juga, masih bisa bertanya pada dedek-dedek unyu yang berjaga di beberapa sudut ruang pameran.

Kecerdasan pas-pasan dan malas bertanya? Tenang saja. Jelata semacam itu masih bisa "memanfaatkan" beberapa karya seni sebagai teman foto. Jadikan karya seni sebagai teman foto saja, tapi jangan disentuh-sentuh. Iya, temenan boleh, tapi jangan sentuh-sentuh. Apalagi sampai titit-nya masuk. Eh, ini ngomongin apa ya?

Dan memang sepertinya beberapa sudut ruangan sudah dibuat sedemikian rupa sehingga menjadi tempat yang Instagramable. Pihak penyelenggara ngerti banget sih sama netijen, gemash.

artjog 2018
Salah satu spot yang Instagramable

Menyusuri tiga lantai yang berisi karya seni dan asyik berfoto tentu saja menyenangkan dan bikin... LAPAR. Di lokasi pameran memang dilarang membawa minuman dan makanan, tapi tenang saja karena ada lokasi khusus (di luar area pameran) untuk membeli makanan dan minuman. Pilihannya macam-macam mulai dari teh tarik, kopi, nasi bandeng, sampai dengan anjing(!) panas atau hot dog. Karena saya penggemar kopi, pilihan saya jatuh kepada es kopi dari Kopi Jo.

Sumpah saya nggak ngerti lagi sama Kopi Jo. ENAK BANGET! Menurut saya yang bukan penggemar kopi pun akan suka dengan Kopi Jo. Rasa kopinya membaur dengan rasa manis dari kental manis dan sedikit ada rasa rempahnya. ENA BANGET, MAU NANGIS.

artjog 2018
Stand Kopi Jo

Kalau ditanya soal karya seni yang menjadi favorite saya, tentu saja saya menjawab karya seni ciptaan Mella Jaarsma (foto pertama di tulisan ini). Saya favorite-kan karena menurut saya hasil karyanya Besok Siang banget!

artjog 2018
Bagusan wudel siapa?

"Karya ini merefleksikan keprihatinan saya terhadap penerapan intoleransi, terutama penetapan nilai-nilai moral pada orang lain. Moralitas dapat mengikat kita, tapi bisa juga membutakan kita. Daripada berfokus pada pengaruh-pengaruh eksternal, kita perlu menengok ke dalam diri kita, sesekali 'menatap pusar' untuk menghadap dan menempatkan diri kita sendiri, atau sederhananya untuk mencapai akal sehat kita. Semoga ini bisa menuntun kita kembali menuju kesadaran dasar atas kemanusiaan, di mana nilai-nilai terus-menerus diperbaharui."
Mella Jaarsma

Tadinya saya pikir yang bulat-bulat itu adalah foto pentil, ternyata bukan. Ternyata itu adalah foto wudel atau pusar. Mella Jaarsma mengumpulkan ratusan foto wudel dari follower akun social media-nya, kemudian menjadikannya sebuah karya seni.

Berani adu wudel di ARTJOG 2018 seperti Dek Mon?

ARTJOG 2018 (Enlightement)
4 Mei - 4 Juni 2018
Buka setiap hari pukul 10.00 - 21.00 WIB
Lokasi: Jogja National Museum
HTM: Rp50.000,00

12 komentar:

  1. mbak mon acaranya itu selalu dibulan yang sama yah tiap tahun ?
    aq pengen datang biar pas waktu ke jogjanya, tapi gak tahun ini, gak sanggup puasa2 jalan2 ke jogja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak juga sih, tapi seingatku acaranya selalu pas puasa malah, hahahahaha
      Pas ngabuburit laaaahhh.. Habis itu cus cari tempat buka puasa

      Hapus
  2. Mbak Mon itu yg mlenik coklat gelap berbulu bisa diliat sebagai wudel dari sisi mana ya? Baris kedua dari bawah, kedua dari kiri. Aku koq gak nemu. Tetep aja kliatan sebagai pentil. Bentuknya mancung pun, gak mblesak ke dalem.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu nuamanya wudel buodong 👌

      Hapus
    2. Harusnya kru besok siang pamer pentil saja

      Hapus
    3. Pentilku terlalu memukau, takut pada gumoh.

      Hapus
  3. mbamon, kopi jo ada kedainya d bugisan lho

    Sekian infonya,semoga faedah��

    BalasHapus
    Balasan
    1. EH IYA KAH?
      WAH KAMU SUNGGUH RAKYAT YANG BERFAEDAH.

      TERIMA KUASIH YHUA.

      Hapus
  4. Anonim5/24/2018

    Mbak mon, seketika kau membuatku flashback dg mantan (maafkan aku bojo dan anakku). Karena pertama kali tau event seni2 begini dari dia. Ya Allah kangen mantan eh orak ding kangen nonton beginian...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apakah mantanmu bernama Mukidi?

      Hapus
  5. Waoooww.. Seruuu yaa.. Baguusss biyanget terumbu karang rajutannya.. =)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau wudel Dek Mon bagus biyanget tyda?

      Hapus