5 Alasan Kenapa Teman Bobok Menjauh

Saat menulis tulisan ini, saya sedang dilanda kegalauan yang teramat sangat, "Mau nulis apa ya di Besok Siang?" Asal kalian tahu, membuat tulisan unfaedah itu sangatlah sulit. Kenapa? Karena sejujurnya segala keunfaedahan Dek Mon di Besok Siang hanyalah sebuah pencitraan. Aslinya sangat berfaedah bagi bangsa dan negara sayatuuu.. Tapi di mana lagi saya bisa membuat self branding perempuan cantik, elegan, seksi, tapi (( PEKOK )) selain di Besok Siang?

Di tengah kegalauan, saya kepikiran dengan Mbak C yang beberapa waktu lalu melacur (melakukan curhat) di Besok Siang. Mbak C ini sudah seperti Mas Mukidi saja, bisa membuat saya kepikiran berminggu-minggu :")

Karena curhatan Mbak C, saya itu jadi flashback ke zaman di mana saya lebih mementingkan kuantitas dibandingkan dengan kualitas seorang teman. Anak gaul itu banyak temannya, mamen. Walaupun kemasu semua tak jadi masalah, mameeeen.
Zaman dulu tu ya, saya suka (( menggauli )) berbagai macam komunitas dengan bermacam-macam karakter manusia di dalamnya. Dan kalau ternyata saya nggak cocok dengan mereka ya saya bakal minggat. Tapi berhubung saya ini cerdas, ya saya menghilang dengan perlahan sehingga orang-orang tersebut tidak sadar kalau saya minggat. Sebenarnya itu antara saya ahli minggat atau memang dari awal mereka tidak menggubris saya sih.

Bagaimana dengan sekarang?

Ah, saya lebih bahagia bergaul dengan asu seperti Arum, eh maksud saya asu seperti Mas Gyo yang uwuwuwuwu lucunya.

Berdasarkan pengalaman saya sebagai mantan anak gaul Jogja yang pernah ada di posisi menjauh maupun dijauhi teman, saya akan menuliskan beberapa hal yang mungkin bisa menjadi alasan teman tershayank menjauh dari kita. Biar kalian paham, teman datang dan pergi itu hal yang biasa kok, dan alasannya juga bermacam-macam. Ada yang memang akan membuat kita sakit hati, ada juga ya memang "ya udahlah ya."

1. Merasa nggak lagi memiliki kesamaan

Orang yang bersahabat itu sudah pasti punya minimal satu persamaan, bisa karena sama-sama jomblo, hobi yang sama, selera humor yang sama, selera musik yang sama, ingon-ingon (peliharaan) yang sama, tapi yang jelas bukan karena pacar yang sama loh ya. Hal-hal tersebut kan bisa saja berubah ya, hobi bisa berubah, selera musik bisa berubah. Ketika sudah nggak ada lagi kesamaan? Ya itu tergantung individu masing-masing. Ada yang masih bisa nyantai temenan, ada juga yang perlahan menjauh dan musnah. Datang lagi kalau mau ngutang atau panjat sosial. Begitu.

Kalau yang perlahan menjauh harus di-treatment seperti apa? Ya, jar-ke (biarkan) wae. Menurut saya inti dari sebuah hubungan, baik itu pertemanan maupun asmara adalah kebahagiaan untuk semua pihak. Kalau salah satunya sudah tidak bahagia ya ngapain dijalani? Pihak yang ditinggalkan harus paham akan hal ini. Perkara nanti julid di belakang ya urusan nanti.

Oiya bagi yang bersahabat karena persamaan relationship, misal sama-sama jomblo dan hobi galau kemudian dekat karena sering curhat-curhatan, saya rasa wajar saja jika hubungan pertemanan menjadi tidak sama lagi setelah salah satu mendapatkan pasangan. Yang dulunya 100% waktunya untuk bergaul dengan teman jadi harus dibagi juga dengan pasangan. WAJAR. Masalah prioritas saja, akan saya bahas lebih lanjut di poin 4.

Kalau saya punya pacar ya saya lebih pilih main kutek-kutekan sama pacar saya dibandingkan main sama Arum. Kalau Arum kekeuh pengen main kutek-kutekan sama saya ya jadi pacar saya saja. Tapi kan saya RHA SHUDI.

2. Hadirnya orang ketiga

Kasusnya berbeda dengan kasus pada poin pertama. Misalnya kita punya teman yang dari jomblo ngakik kemudian punya pacar. Sebenarnya teman kita masih pengen jalan-jalan dan nongkrong seperti biasanya. Tapi biasanya masalah timbul ketika pacar teman kita nggak suka sama kita dan (( melarang )) teman kita bergaul dengan kita. Walaupun menurut saya pacar nggak punya hak untuk melarang-larang, tapi ya memang ada orang yang manut begitu sama pacarnya. Kalau sudah begitu ya jar-ke wae. Tidak usahlah mengemis-ngemis agar teman kita kembali meskipun dulu pernah bobok bareng. Halah, bobok bareng doang. Nggak ada titit yang masuk.

3. Pernah berbuat salah

Nggak semua orang pemaaf seperti Dek Mon. Saya tahu betul itu. Orang yang selalu dianggap salah oleh Arum tapi tetap bisa sabar ya cuma saya. Kalau ada teman yang menjauh sih kemungkinan besar karena kita pernah berbuat salah, tapi nggak sadar.

"Kalau gitu ngomong dong! Jadi kan kalau salah bisa minta maaf."

Semua jenis relationship menurut saya kuncinya adalah komunikasi sih. Kalau ada yang nggak sreg ya dibicarakan. Perkara nanti menimbulkan perang besar ya tidak masalah. Marahan antar teman itu wajar, ges. Saya sama Arum setiap hari juga cakar-cakaran. Tapi sayangnya nggak semua orang yang marah atau kecewa bisa mengungkapkan emosinya dengan baik. Ada yang memilih untuk mengungkapkannya, ada juga yang memilih diam dan menjauh.

Kalau ada teman yang marah dan menjauh dari kita tapi ketika ditanya malah jawab, "Nggak apa-apa." Ya, sudah anggap saja memang tidak ada masalah apa-apa. Ha salahe ra ngomong tah? Cari saja teman yang lain, yang bisa diajak enaena sekalian. Tapiiii.. ya jangan lupa instropeksi diri dulu, ges. Bisa juga curhat ke orang lain untuk mencari perspektif lain. Kirim curhatan ke blogbesoksiang@gmail.com misalnya.

4. Beda prioritas

Saya banyak mengalami "persahabatan yang tak seperti dulu lagi" dikarenakan perbedaan prioritas. Saya punya teman yang kini mengambil S2 dan ya memang kami nggak bisa lagi main seperti sebelum dia mengambil S2. Setiap weekend teman saya kuliah, saya pun kalau weekend kadang juga bekerja bagai kuda walaupun tidak kaya-kaya. Apakah saya permasalahkan? Ya jelas tidak. Wong itu demi masa depan dia, toh saya sadar kalau saya ini tidak berfungsi apa-apa di masa depan dia.

Masalah prioritas itu hanya satu contoh saja. Masih ada yang tentang keluarga, pekerjaan, dan lain sebagainya. Kalau sudah begitu ya bukan niat kita untuk saling menjauh kan? Masalah kahanan (keadaan) saja. Kalau misal ada kesempatan untuk berkumpul lagi, saya yakin pasti rame banget dan isinya hanya nostalgia.

5. Pembawa dampak buruk

Ojo cedak kebo gupak. Kalimat tersebut memang ada benarnya, biasanya untuk yang pendiriannya belum kuat atau memang mentalnya masih labil, misalnya saja remaja yang memang masih dalam rangka pencarian jati diri. Tapi untuk orang yang sudah bisa disebut dewasa, bergaul itu masalah penempatan diri saja.

Kalau ada hal yang bikin kesal, saya itu sering automatic misuh. Teman-teman dekat saya tahu itu. Tapi apa teman-teman saya juga jadi automatic misuh? Ya, tidak. Karena bagi teman-teman saya misuh itu tidak baik, sedangkan bagi saya itu hanya sebuah ekspresi saja. Tapi ya kalau ada teman yang menjauh karena alasan seperti itu ya sudah jar-ke wae. Menjauhi hal yang membawa dampak buruk itu sebuah hak juga kok.

Membaca Besok Siang membuat kalian julid? Membuat kalian sering misuh? Lalu kalian ingin menjauhi Besok Siang?

Pergi sana! Pergi!

10 komentar:

  1. Artikel yg sangat berpaedah. Kayanya goals unfaedah tidak tercapai kali ini wkwk. Ya aku juga tipe teman yg suka menarik diri juga. Biasanya ya emang krn tak ada kesamaan dan beda prioritas. Kahanan yo dadi masalah sih. Misal ki, aku tinggal nang muntilan. Temenku di jogja. Nek weekend aku kudu ng jogja terus, aku kok ya kesel wkwk. Aku memilih reresik po turu ae opo main kutek2an. Soale due bojo, ora jomblo.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iya. Temanku banyak juga yang udah berkeluarga. Nek aku selo ya aku yang main ke rumah mereka malah. Sekalian srawung dengan keluarga barunya. Toh aku jomblo. Bebbbaaaasss..

      Hapus
  2. Tulisan unfaedah aja bisa sampe buat 5 alasan teman menjauhi kita dan kita menjauhi teman... *we o we*
    Aq pernah tuh yang menjauhi teman krn marah, drpd dpt energi negative dr dia yah mending tinggalkan ajalah yang baik2 kan masih ada dan banyak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah temanmu suka marah2 begitu? Apa tidak takut keriput?

      Hapus
  3. Baru kali ini baca #BesokSiang trnyata ngbahas yg unfaedah tp ada benar'a��
    Emang begitu lha di dunia pertemanan..
    Klo ngga cocok ngapain jg ditemenin..
    Sy mlh yang dijauhi teman krn (mungkin) terlalu vocal untu sesuatu..
    Tp sy mah biasa aja mending maen ma temen yang lain..toh temennya ngga cuma 1����

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena Besok Siang itu memang selalu benar.

      Hapus
    2. Sama cyiint.. mending m yang lain, sukur-sukur lebih ganteng lebih tajir dan lebih apikan temennya suka nraktir. Aku juga vokal (katanya), maknya temen yang suka berbohong pasti ga suka ma aku karena ga bisa berjiwa pramuka.

      Hapus
    3. (( SUKA NRAKTIR ))
      Wah, kamu ini kok ndremis sekali.

      Hapus
  4. Memang ya berteman tu dah macam kayak elite politik wae, ada KEPENTINGAN.
    Kupun sama kayak gini, ketika suatu kondisi ataw komunitas wes ra cocok ya kumenarik diri sajha, yang ga cocok kan aku, bukan mereka. Makin kesini makin belajar mana teman yg bermanpaat mana yang tidak, ahh tulisan Besok Siang ini sangad berpaedah. Hidup Mba Mon..

    BalasHapus