Debat Kedua Capres 2019: Buat Apa Ribut?

Ada fenomena baru di Debat Kedua Capres yang diselenggarakan Minggu, 17 Februari 2019. Kok banyak ya rakyat Besok Siang yang menagih penulis untuk nyangkemi acara debat? Kalian pikir penulis Besok Siang itu sepintar apa hingga bisa nyangkemi acara debat Capres? Mbokya ditiliki lagi itu tulisan Arum tentang debat Capres yang pertama, OPO YO MUTU? Kalian itu kok hobi sekali menanti-nantikan hal yang tidak mutu. Sudah begitu, ketika beneran diturutin nulis yang tidak mutu, DIANYEPIN.

KALIAN MAUNYA APA??

Sumber: news.okezone.com

Tema Debat Kedua Capres adalah energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur. Panjang ya, Bund! Temanya bahkan lebih puanjang daripada mantan Dek Mon. Sudah jomblo ngakik, mantan cuma satu pula. Entah saya harus sedih atau bersyukur. Selama ini banyak yang berteman dengan Dek Mon dengan alasan "Dek Mon ena buat di-nyek-nyek-i". Kalau tidak ada yang bisa di-nyek dari diri saya, saya nggak punya teman dong :(

Masih sama seperti Debat Capres pertama, Pak Wiwi memakai baju putih, sedangkan Pak Wowo memakai jas hitam dan dasi berwarna merah. Tahu aja sih Pak Wowo kalau Dek Mon suka warna merah. Pengen banget ya dicoblos Dek Mon?

Berbeda dengan debat yang pertama, debat yang kedua ini khusus untuk calon presiden tanpa calon wakil presiden. Cie sendirian aja cie... Kayak Dek Mon nih ye, SENDIRI.

Saya sih nggak terlalu penasaran dengan performa Pak Wiwi tanpa Pak Kyai ya, soalnya kok ya sepertinya tidak akan jauh berbeda :) Saya lebih penasaran dengan performa Pak Wowo, siapa tahu kalau tidak ada sosok yang uwuwuwu seperti Pak Uno, Pak Wowo jadi nggak bersemangat begitu. Siapa tahu. Saya sih masih semangat tanpa adanya Pak Uno, wong ada Mas Tommy Tjokro :3

Acara debat dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Mas Armand Maulana dan sayangnya nadanya kerendahan, Mas. Eh, mon maap ini yang komentar si Mami ya karena Mami saya pinter nyanyi, Dek Mon mah apa. Kentut saja saya fals kok.

Debat dibagi menjadi 6 sesi (kalau tidak salah). Sesi pertama adalah pemaparan visi dan misi dari kedua belah pihak. Karena visi dan misi yang dipaparkan puanjang dan otak saya yang minim ini tak mampu merekam semuanya, kalian cek saja visi dan misi Pak Wiwi di sini dan untuk Pak Wowo ada di sini. Biar lebih valid begitu loh, dan saya nggak dibilang ((waton)) omong.

Di 30 menit pertama debat, saya merasa anyep karena saya pun masih ((NGAH-NGOH)). Entah ya, saya tu kalau nonton debat tu pasti awalnya ngah-ngoh dulu. Bahkan melihat kegantengan moderator Mas Tommy Tjokro pun nggak mampu mengatasi ke-ngah-ngoh-an saya. Belibet ya nulis "ngah-ngoh" terus. Apakah ketika kalian membaca "ngah-ngoh", kalian juga jadi ikut ngah-ngoh?

Setelah 30 menit pertama... saya makin ngah-ngoh. Jebul mumet, nde mikir negoro. Dan sepertinya Pak Wowo pun juga merasakan hal yang sama dengan Dek Mon ketika mulai pembahasan tentang swasembada pangan.

Pak Wowo, "Kenapa harus import beras?"

Pak Wiwi, "Memang hasil panen kita melimpah ruah, tapi kita butuh cadangan jika terjadi bencana alam bla bla bla. Dan itu bisa dicapai dengan melakukan import." Panjang, gaes jawabannya Pak Wiwi, ya ((pokokke)) begitu.

Pak Wowo, "Saya masih belum paham. Kalau memang melimpah ruah, kenapa masih import?"

Saya juga nggak paham, Pak. Kenapa walaupun sudah dijelaskan Pak Wiwi, Pak Wowo masih belum paham? Atau kah Dek Mon ini kurang kritis dan berpikiran sempit sehingga iya iya saja ketika dijelaskan Pak Wiwi? :(

Karena saya merasa ngah-ngoh, yawis saya menyegarkan pikiran dengan rajang-rajang sayur untuk bekal 3 hari ke depan, atau ya bahasa kerennya tu "meal prepare". Tapi kok ya, bagian seru dari debat itu datangnya pas saya lagi rajang-rajang. Dari dapur, saya pun pindah ke ruang keluarga, "Bahas apa, Mami? Kok seperti seru sekali?"

Mami, "Ah, panjang mau njelasin. Paling koe ra mudeng."

Mami :(

Melihat performa Pak Wiwi dan Pak Wowo di debat kedua, saya bisa menyimpulkan bahwa Pak Wiwi adalah rakyat Besok Siang. Sedangkan Pak Wowo bukan rakyat Besok Siang. Ini terbukti dengan ucapan Pak Wowo saat pembahasan kerusakan lingkungan akibat penambangan.

Pak Wowo, "Saya kira cukup untuk masalah ini."

Moderator, "Masih ada waktu, Pak. Silakan."

Pak Wowo, "Dalam hal ini tujuan saya dengan Pak Wiwi sama-sama ingin memberantas pencemaran lingkungan. Kalau tidak banyak berbeda buat apa kita ribut?"

Pak, please lah, Pak. KAMI SUKA PERTIKAIAN. Tidak ada hubungannya dengan tujuan yang sama. Kami hanya suka pertikaian. Itu saja. Nggak lihat apa semangat Pak Wiwi yang ((umuk)) hasil kerja pemerintahannya? Sama semangatnya dengan Arum ketika umuk (pamer) rumah barunya. Sedikit-sedikit pamer. Lalu apa Pak Wowo tidak kepanasan pas tanah yang ribuan hektar itu disinggung-singgung? Saya saja kepanasan loh, berharap Pak Wowo mengadakan giveaway tanah.

Pak Wowo ini cinta damai bener loh. Waktu Pak Wiwi ngomong, "Hampir tidak terjadi konflik pembebasan lahan untuk infrastruktur." Atau saat, "Dalam 3 tahun terakhir tidak terjadi kebakaran hutan." Pak Wowo hanya manggut-manggut. Padahal Pak Wiwi overclaim loh.

Kalau saya jadi Pak Wowo sih langsung nyamber, "MOSOK?" Atau setidaknya kalau takut disantlap Mbak Anisha Dasuki yang galak itu, ya pasang muka ngece mbok an. Wong ya bandara NYIA di Yogyakarta saja banyak konflik kok, dan mosok iya nggak ada kebakaran hutan dalam 3 tahun terakhir? Bahkan di beberapa sesi Pak Wowo, justru mengapresiasi prestasi Pak Wiwi, "Kalau demikian prestasi Pak Wiwi, ya kami dukung dan hormati."

Jadi Pak Wowo ini mau berlaku sebagai pesaing atau pendukung?

Ah, Pak Wowo nih ah. Keseringan main sama unicorn. Jadi bikin gemash.

Di sesi penutup, Pak Wiwi menyampaikan bahwa mengelola sebuah negara butuh keberanian dan juga ketegasan dan Pak Wiwi tidak takut apapun kecuali takut kepada Allah.

"Tidak ada yang saya takuti untuk kepentingan negara, untuk kepentingan bangsa, untuk kepentingan rakyat. Tidak ada yang saya takuti kecuali Allah."

Sedangkan Pak Wowo memaparkan sedikit klarifikasi terkait kepemilikan lahan, bahwa lahan yang sempat disinggung oleh Pak Wiwi merupakan tanah Hak Guna Usaha (HGU). Pak Wowo juga bilang kalau dirinya siap mengembalikan tanah tersebut kepada negara jika diminta.

"Kalau untuk negara saya rela ambil itu semua. Tapi, daripada jatuh ke orang asing lebih baik saya yang kelola."

Key.

Overall, SERHU. Asalkan ada pertikaian, saya anggap itu seru. Dan saya membayangkan debat Cawapres akan lebih seru lagi.

Pak Uno: bla bla bla bla bla (senyum uwuwuwu)

Pak Kyai: .......

8 komentar:

  1. bahas yg yunikron juga dong... karena kukira cuma aku dan pak wowo saja yg tak paham~~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yunikorn itu my little pony, begitu saja kok tidak tahu.
      Bagaimana kamu ini.

      Hapus
  2. Aku mau ne moco rajang-rajang dadi ranjang-ranjang. Batinku, wha ahli sekali Dek Mon maslaah ranjang-ranjang begini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahli kok, Dek Han. Masalahe..... KARO SOPO :(

      Hapus
  3. Unicorn cola candy. Colanya cola. Dahsyat . Segar. Haus jadi hilang. Unicorn cola candyyyy.
    Maap nyanyi dulu sebelum komen ya mba. Gimana mami? Suara saya ketinggian gak?

    BalasHapus
  4. Oke disini saya ingin mewakili paguyuban balita dan anak2 bawah 10 tahun pecinta my little pony.

    Jadi semenjak pernyataan unicorn di debat capres kemarin. Lantas orang2 langsung secara sembarangan membuat meme2 dgn menampilkan karakter2 little pony dan melakukan generalisasi bahwa semua little pony adalah unicorn.

    Padahal menurut anak saya sebagai sekertaris 1 paguyuban pecinta little pony. Little pony itu terdiri dari 4 jenis : earth, alicorn, pegasus dan unicorn.

    Jadi waktu saya ngenyek... "unicorn... unicorn.. memang my little pony? Unicorn?" Sambil menunjuk boneka karakter rainbow dash atau princess luna miliknua.. marah dia. Krn kata beliau : rainbow dash itu pegasus dan princess luna itu alicorn. Yg masuk unicorn itu contohnya : rarity.

    Jadi emang komen saya ini ndak merujuk kepada debat capres. Cm meluruskan ke masyarakat mewakili anak saya yg blm lancar ngetik android. Bahwa tolonglah kalo mau buat meme unicorn tuh dipelajari dulu karakternya. Jangan asal comot semua tokoh little pony lalu digeneralisasi sbg unicorn.

    Terimakasih. Hanya mengingatkan��������

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Bund. Iya. Jangan dimarahin :(

      Eh, cuma mengingatkan ding ya.

      Hapus