Final Piala Asia 2023 Bertabur Fakta Menarik, Terupdate

  • Whatsapp

Besoksiang.com, Indonesia – Gelaran Piala Asia 2023 akan segera berakhir. Dua tim telah dipastikan berlaga di final, Sabtu (10/2/2024) nanti. Kedua tim yang akan berlaga di final Piala Asia 2023 adalah timnas Yordania dan timnas Qatar. Keduanya lolos setelah menyingkirkan lawan yang lebih difavoritkan pada semifinal.

Read More

Yordania secara mengejutkan menang 2-0 atas Korea Selatan. Sementara itu, Qatar menang dramatis 3-2 atas Iran. Sempat tertinggal 0-1, mereka unggul 2-1, lalu diimbangi 2-2, dan unggul lagi 3-2. Skor hampir saja jadi 3-3 andai tendangan Alireza Jahanbahksh tak membentur tiang gawang.

– Advertisement –

Timnas Yordania terus menggurat sejarah bersama pelatih Hussein Ammouta.
Getty Images

Kepastian Yordania dan Qatar bersua pada laga puncak Piala Asia 2023 memunculkan hal menarik. Pertama, tentu saja terkait status Yordania yang baru kali ini mencapai final. Mereka juga baru pada gelaran kali ini menembus semifinal.

Yordania membuat 4 dari 5 final terakhir Piala Asia diwarnai tim yang baru kali pertama menembus partai puncak. Sejak 2007, hanya Piala Asia 2015 yang tak diwarnai hal itu. Pada 2007, sang debutan final adalah Irak. Berikutnya, Australia pada 2011 dan Qatar pada 2019.

– Advertisement –

All Arabian Finals Ketiga

Fakta menarik kedua, Yordania dan Qatar menciptakan all Arabian finals. Ini terbilang langka di pentas Piala Asia. Sebelum final Piala Asia 2023, hanya ada 2 edisi yang menyajikan final dengan mempertemuan dua tim dari Jazirah Arab. Menariknya, baru kali ini tak melibatkan Arab Saudi.

All Arabian finals pertama tersaji pada 1996 di Uni Emirat Arab. Sang tuan rumah bersua Arab Saudi di final. Hasilnya, UEA kalah 2-4 dalam adu penalti setelah imbang 0-0 dalam 120 menit. Itu adalah final pertama dan satu-satunya bagi UEA hingga saat ini.

– Advertisement –

Final Piala Asia 2023 menyajikan all arabian finals seperti di Jakarta pada 2007.
Getty Images

Final sesama tim Arab kembali tersaji pada final Piala Asia 2007 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Ketika itu, Arab Saudi bersua Irak. Seperti UEA pada 1996, Irak juga menjalani final pertamanya. Namun, mereka mampu tampil sebagai juara dengan kemenangan 1-0.

Sebelum di Piala Asia 2023 ini, kans all Arabian finals sempat terbuka pada 2015 karena UEA dan Irak lolos ke semifinal. Namun, mereka sama-sama tumbang dengan skor 0-2. UEA ditaklukkan Australia, sedangkan Irak dikalahkan Korea Selatan.

Kans Langka Qatar di Final Piala Asia 2023

Fakta menarik berikutnya terkait timnas Qatar. Kesuksesan kali ini membuat Al Annabi menembus final pada dua gelaran Piala Asia secara beruntun. Sebelumnya, pada 2019, mereka juga tampil di final dan lantas juara dengan mengalahkan Jepang 3-1.

Lolos ke final lagi membuat Qatar berpeluang menorehkan prestasi langka, yakni juara secara back to back. Andai kembali mampu menjadi kampiun, Al Annabi akan jadi tim keempat yang melakukan hal tersebut.

Timnas Qatar bisa mencetak sejarah jika memenangi final Piala Asia 2023.
Getty Images

Tiga tim yang terlebih dahulu menjuarai Piala Asia secara back to back adalah Iran, Arab Saudi, dan Jepang. Iran melakukannya pada 1972 dan 1976. Arab Saudi pada 1984 dan 1988. Adapun Jepang merebut gelar secara beruntun pada 2000 dan 2004.

Kesuksesan ketiga tim itu juara secara back to back dihiasi fakta menarik. Dalam sejarah Piala Asia, merekalah juara bertahan yang kembali lolos ke final pada gelaran berikutnya dan lagi-lagi juara. Di Piala Asia 2023, status itu kini disandang Qatar.

Rekor Bagus Tuan Rumah di Final

Masih terkait timnas Qatar, ada fakta menarik lain soal kelolosan mereka ke final Piala Asia 2023. Berbeda dengan saat gelaran sebelumnya, Al Annabi kini tampil di final dengan menyandang status tuan rumah.

Qatar jadi tim ketujuh yang lolos ke final saat menjadi tuan rumah Piala Asia. Enam tim lain yang melakukan hal serupa adalah Iran pada 1976, Kuwait (1980), Jepang (1992), UEA (1996), Cina (2004), dan Australia (2015).

Dari keenam tim itu, tercatat hanya dua yang kalah di final dan hanya jadi runner-up. Pada 1996, UEA takluk 2-4 lewat adu penalti dari Arab Saudi setelah imbang 0-0. Berikutnya, Cina kalah 1-3 dari Jepang pada 2004.

Fakta itu membuat Qatar bisa lebih percaya diri menatap final Piala Asia 2023 nanti. Namun, mereka tak boleh jemawa karena bisa saja Yordania meneruskan fakta menarik lain yang tersaji pada 2 edisi terakhir. Patut dicatat, pada dua gelara itu selalu lahir juara baru.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *